• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Kediri Raya

Gus Reza: Merdeka adalah Terbebas dari Belenggu Setan dan Nafsu

Gus Reza: Merdeka adalah Terbebas dari Belenggu Setan dan Nafsu
KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. (Foto: NOJ/Iwan Nur
KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. (Foto: NOJ/Iwan Nur

Kediri, NU Online Jatim
Setiap bayi lahir secara otomatis dalam keadaan fitrah. Sebab itu manusia sejak kecil sudah terlahir merdeka.

 

Penjelasan disampaikan KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) pada webinar pendidikan kebangsaan, Sabtu (21/08/2021). Kegiatan diselenggarakan dalam rangka penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Wiyata Bhakti (IIK), Kediri.

 

“Fitrah manusia yang merdeka itu menuju hamba yang hanifiyah. Yaitu manusia memiliki kecenderungan pada hal yang baik dan menjauhi perkara yang munkar,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut.

 

Sehingga sejatinya manusia sejak kecil sudah merdeka. Cenderung melakukan kebaikan, cinta kedamaian, keharmonisan, kemudian gandrung menjauhi kemaksiatan dan kemungkaran. Atau  bisa dikatakan manusia ini dalam keadaan hunafa.

 

“Namun setan menggoda manusia, sehingga melakukan perkara haram, menghalalkan perkara haram, mengharamkan perkara halal dan menjauhkan manusia dari ibadah kepada Allah SWT,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Kota  Kediri ini.

 

Oleh sebab itu, awal ciptaan manusia sudah merdeka. Hingga setan mendatangi manusia kemudian membelenggunya. Dari sini dapat disimpulkan kemerdekaan bagi manusia sendiri adalah ketika manusia terbebas dari nafsu dan setan.

 

“Yang dimaksud kemerdekaan itu adalah merdeka dari belenggu setan dan nafsu,” tegasnya.

 

Dosen di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri tersebut mengungkapkan dengan adanya kemerdekaan jangan sampai manusia terkekang dengan suatu hige money atau suatu presser dari seseorang.ena hal itu bisa membatasi dalam berkreasi untuk membangun negara dengan lingkungan baik dan penuh maslahat.

 

“Jangan sampai berbuat sesuatu yang membuat manusia lain resah,” tegasnya

 

Untuk mengatasi perbedaan yang sering terjadi, harus memegang teguh toleransi dan menjaga persatuan dalam kebhinekaan. Seseorang harus mampu merangkai perbedaan dengan keindahan.

 

“Layaknya seperti pelangi, ketika hanya ada satu warna, maka tak seindah dengan banyak warna. Semakin banyak warna, maka kian indah pelangi tersebut.” pungkasnya.

 

Penulis: Iwan Nur
Editor: Syaifullah


Editor:

Kediri Raya Terbaru