• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Kediri Raya

IPNU-IPPNU UNU Blitar Gelar Talk Show Bahas Strategi Organisasi

IPNU-IPPNU UNU Blitar Gelar Talk Show Bahas Strategi Organisasi
PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar melaksanakan Talk Show bahas strategi berorganisasi. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)
PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar melaksanakan Talk Show bahas strategi berorganisasi. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)

Blitar, NU Online Jatim

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar Talk Show. Kegiatan dipusatkan di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Muballighin, Kecamatan Kanigoro, Blitar, Sabtu (26/03/2022).


Kegiatan bertajuk 'Eksistensi Peran Pelajar NU Sebagai Strategi Konsoliasi di Generasi Z' itu menghadirkan dua tokoh inspiratif. Yakni, Ketua Demisioner Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Muashomah dan Rijal Camelta Ghozwan selaku Koordinator Departemen Kajian Sosial dan Politik Pimpinan Pusat (PP) IPNU.


"Saya berharap PKPT menjadi agen of change yang mampu menjalankan perubahan secara global," kata Rijal Camelta Ghozwan saat jadi pemateri.


Menurutnya, mahasiswa saat ini hendaknya menjadikan konflik sebagai ide kritis dalam memecahkan masalah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam rekonsiliasi pelajar NU.


Kader IPNU asal Blitar ini pun meminta kepada kader PKPT agar aktif dan semangat berkhidmat di IPNU-IPPNU. Tak cukup itu, penguatan mentalitas dan penanaman jiwa legowo dalam setiap kondisi penting pula dilakukan.


"Sebab, dalam berorganisasi bukan lagi soal siapa yang paling unggul, tapi perihal siapa yang mau dan siapa yang bertahan," imbuhnya.


Ia pun membeberkan solusi perubahan yang terangkum dalam strategi menghadapi tantangan berorganisasi. Yakni, dengan memaksimalkan kreasi dan inovasi yang disebut dengan Lombokan, yaitu Lompatan, Terobosan, dan Pangkasan.


"Bila ada masalah atau persoalan hendaknya diolah dengan berbagai strategi yang efektif. Misal gagal, maka bentuk strategi lain yang sekiranya mumpuni. Itulah yang disebut lompatan," jelasnya.


Menurutnya, di masa yang serba digital ini bukan saatnya lagi terus berada di zona nyaman. Percepatan dalam melakukan terobosan hingga pangkasan merupakan hal yang mesti dilakukan. “Hal itu agar kader pelajar NU tidak ketinggalan dan tergerus zaman,” tandasnya.


Diketahui, selain Talk Show, dalam acara ini juga digelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diawali dengan Khotmil Qur'an, Talkshow, dan pembacaan shalawat. Acara kemudian dipungkasi dengan pemotongan tumpeng.


Kediri Raya Terbaru