• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Kediri Raya

Ketua NU Kediri Harap Kegiatan Jamaah dan Jamiyah Kembali Digelar

Ketua NU Kediri Harap Kegiatan Jamaah dan Jamiyah Kembali Digelar
Salah satu kegiatan PCNU Kabupaten Kediri. (Foto: NOJ/LDNU)
Salah satu kegiatan PCNU Kabupaten Kediri. (Foto: NOJ/LDNU)

Kediri, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri, KH Muhammad Makmun Mahfud berharap aktifitas warga dan organisasi kembali diselenggarakan. Hal tersebut tentu tetap menyesuaikan dengan aturan yang telah ditetapkan.

 

“Kami berharap kepada pengurus NU di tingkat ranting dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU untuk lebih aktif di dalam menggelar kegiatan di setiap tingkatan masing-masing,” katanya, Sabtu (27/11/2021). Penegasan disampaikan pada kegiatan Sabtu Pahing di aula kantor NU setempat.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa kalau ternyata diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3, maka pesertanya disesuaikan.

 

Terkait Muktamar ke-34 NU, Gus Makmun sapaanya menjabarkan bahwasanya sampai detik ini belum ada kabar yang pasti terkait kapan dilaksanakan. Namun demikian, Nahdliyin diharap tidak terlalu mempersoalkan.

 

''Untuk Muktamar NU belum ada pemberitahuan resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU," jelasnya.

 

Sedangkan KH Nasir Badrus Sholih selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengingatkan kepada Nahdliyin agar tidak sembarangan dalam memilih pemimpin. Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat menunjuk sahabat Mu’adz bin Jabal memimpin Yaman.

 

Bahwa dalam sejarah, Mu'ad bin Jabal pernah berbaiat kepada Nabi saat diamanahi memimpin Yaman yaitu siap menyerahkan jiwa, raga dan harta untuk agama. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan Nabi memilihnya karena kesetiaan kepada Islam.


"Artinya Nabi saat menyuruh umat itu memilih seseorang yang hebat seperti sahabat Mu'ad," jelasnya.

 

Lebih jauh disampaikan agar pengurus NU mematuhi aturan yang telah dibuat. Sehingga tidak ada lagi MWCNU tidak patuh kepada PCNU.

 

"Di dalam berkontestasi apa kehendak NU kepada saya,” tegasnya.


Editor:

Kediri Raya Terbaru