Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Penjelasan KH Ma’ruf Khozin soal Polemik Bacaan Bangkit dari Rukuk

Penjelasan KH Ma’ruf Khozin soal Polemik Bacaan Bangkit dari Rukuk
KH Ma'ruf Khozin memberikan penjelasan soal bacaan saat bangkit dari rukuk. (Foto: NOJ/Uma)
KH Ma'ruf Khozin memberikan penjelasan soal bacaan saat bangkit dari rukuk. (Foto: NOJ/Uma)

Ini pengalaman KH Ma’ruf  Khozin saat mengisi pengajian kitab Shahih Bukhari seusai shalat subuh di Masjid Manarul Ilmi, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Acara berlangsung Rabu (17/11/2021). 

 

Pada kuliah subuh online tersebut, ada yang bertanyaan di kolom chat terkait orang NU saat menjadi makmum membaca kalimat 'sami'a Allah liman hamidah'.

 

“Padahal di hadis Bukhari, makmum diperintah membaca 'rabbana laka al-hamd',” kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur tersebut di akun Facebooknya menirukan penanya.

 

Mendapatkan pertanyaan tersebut, alumnus Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri tersebut memberikan menjelaskan.

 

“Saya sampaikan dalam masalah ini ada dua pendapat. Bagi yang menganjurkan membaca 'rabbana laka al-hamd' berdasarkan hadits,” jelasnya

 

Hadits dimaksud adalah sebagai berikut:

 

ﺇﻧﻤﺎ ﺟﻌﻞ اﻹﻣﺎﻡ ﻟﻴﺆﺗﻢ ﺑﻪ، ﻓﻼ ﺗﺨﺘﻠﻔﻮا ﻋﻠﻴﻪ، ﻓﺈﺫا ﺭﻛﻊ، ﻓﺎﺭﻛﻌﻮا، ﻭﺇﺫا ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ، ﻓﻘﻮﻟﻮا: ﺭﺑﻨﺎ ﻟﻚ اﻟﺤﻤﺪ


Artinya: Imam adalah untuk diikuti, jangan berbeda dengan imam. Jika imam rukuk maka rukuklah. Jika imam mengucapkan ‘sami'a Allah liman hamidah’, maka kalian ucapkan ‘rabbana laka al-hamd’. (HR Bukhari)

 

Tetapi dalam mazhab Syafii menganjurkan membaca ‘sami'a Allah liman hamidah’. 

 

Secara khusus Al-Hafidz as-Suyuthi dalam kitabnya Dzikr at-Tasyni' fi Mas'alati Tasmi memberikan penjabaran sebagai berikut:

 

ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ اﻟﻤﺼﻠﻲ ﺇﺫا ﺭﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻦ اﻟﺮﻛﻮﻉ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺣﺎﻝ اﺭﺗﻔﺎﻋﻪ: ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ، ﻓﺈﺫا اﺳﺘﻮﻯ ﻗﺎﺋﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ: ﺭﺑﻨﺎ ﻟﻚ اﻟﺤﻤﺪ


Artinya: Dalam mazhab Syafii bahwa orang yang shalat ketika bangun dari rukuk membaca ‘sami'a Allah liman Hamidah’. Dan saat berdiri tegak membaca ‘rabbana laka al-hamd’.

 

ﻭﺃﻧﻪ ﻳﺴﺘﺤﺐ اﻟﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﻫﺬﻳﻦ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﻭاﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻭاﻟمنفرﺩ، ﻭﺑﻬﺬا ﻗﺎﻝ ﻋﻄﺎء، ﻭﺃﺑﻮ ﺑﺮﺩﺓ، ﻭﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ، ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻭﺩاﻭﺩ

 

Artinya: Juga dianjurkan membaca keduanya ‘Sami'a Allah liman hamidah’ dan ‘Rabbana laka al-hamd’ bagi imam, makmum dan orang yang shalat sendiri. Ini juga pendapat Atha', Abu Burdah, Muhammad bin Sirin, Ishaq dan Dawud.


Dalil yang disampaikan ulama Syafiiyah adalah hadits berikut:

 

ﻭﺃﺧﺮﺝ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ «ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ﺣﻴﻦ ﺭﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ: (ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ ﺭﺑﻨﺎ ﻟﻚ اﻟﺤﻤﺪ) 


Artinya: Dari Hudzaifah bahwa saat Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam mengangkat kepala (dari rukuk) Nabi membaca: ‘Sami'a Allah liman hamidah rabbana laka al-hamd’. (HR Muslim)


Dari hadits ini Imam as-Suyuthi mengatakan:

 

ﻭﺛﺒﺖ ﺃﻥ اﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺑﺄﻥ اﻹﻣﺎﻡ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻣﻦ ﺃﺩﻟﺔ ﺃﺧﺮﻯ ﺩﻝ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﺃﻳﻀﺎ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ; ﻷﻥ اﻷﺻﻞ اﺳﺘﻮاء اﻹﻣﺎﻡ ﻭاﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻣﻦ اﻷﺫﻛﺎﺭ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ ﻛﺘﻜﺒﻴﺮاﺕ اﻻﻧﺘﻘﺎﻻﺕ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﺎﺕ اﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭاﻟﺴﺠﻮﺩ.


Artinya: Dalam hadits Sahih dijelaskan bahwa imam membaca keduanya berdasarkan hadits lain. Dengan demikian makmum juga membaca keduanya,” 

 

Sebab, lanjut Kiai Ma’ruf Khozin, pada dasarnya bacaan imam dan makmum sama, seperti dalam anjuran bacaan lainnya. Misalnya takbir, tasbih saat rukuk dan sujud.


Terkait hal ini, ada beberapa dalil pendukung dalam Sunan ad-Daraquthni sebagai berikut:

 

اﻻﺳﺘﺌﻨﺎﺱ ﺑﻤﺎ ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺪاﺭﻗﻄﻨﻲ ﺑﺴﻨﺪ ﺿﻌﻴﻒ ﻋﻦ ﺑﺮﻳﺪﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ( «ﻳﺎ ﺑﺮﻳﺪﺓ، ﺇﺫا ﺭﻓﻌﺖ ﺭﺃﺳﻚ ﻣﻦ اﻟﺮﻛﻮﻉ ﻓﻘﻞ: ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ، اﻟﻠﻬﻢ ﺭﺑﻨﺎ ﻟﻚ اﻟﺤﻤﺪ ﻣﻞء اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻭﻣﻞء اﻷﺭﺽ، ﻭﻣﻞء ﻣﺎ ﺷﺌﺖ ﻣﻦ ﺷﻲء ﺑﻌﺪ») 


Artinya: Riwayat Ad-Daraquthni dengan sanad dhaif dari Buraidah bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada Buraidah: Jika kamu mengangkat kepala maka bacalah ‘Sami'a Allah liman hamidah’. 


ﻭﺑﻤﺎ ﺃﺧﺮﺟﻪ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: «ﻛﻨﺎ ﺇﺫا ﺻﻠﻴﻨﺎ ﺧﻠﻒ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﻘﺎﻝ: ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ. ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﻭﺭاءﻩ: ﺳﻤﻊ اﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﺣﻤﺪﻩ» 


Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa jika kami shalat di belakang Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, Nabi membaca ‘Sami'a Allah liman hamidah’, maka orang yang di belakang Nabi membaca ‘Sami'a Allah liman hamidah.’ (HR Ad-Daraquthni)

Terkait

Keislaman Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini