• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Madura

RMINU Bangkalan Lakukan Penguatan Akidah Aswaja di Madrasah

RMINU Bangkalan Lakukan Penguatan Akidah Aswaja di Madrasah
Acara Penguatan dan Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah oleh RMINU Bangkalan di Aula Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil Bangkalan (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Acara Penguatan dan Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah oleh RMINU Bangkalan di Aula Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil Bangkalan (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Bangkalan melaksanakan Penguatan dan Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil, Bangkalan, Ahad (07/11).

 

Ketua RMINU Bangkalan, RKH Mohammad Nasih Aschal berharap, agar forum tersebut bisa menjadi penyelaras kurikulum antar madrasah di Bangkalan, khususnya materi-materi yang berkaitan dengan penguatan Ahlussunnah wal Jamaah.

 

"Jadi berbicara kurikulum, kami ingin forum ini menjadi forum yang mengkaji, membahas serta menciptakan sebuah kurikulum yang kira-kira pas dipakai oleh madrasah. Meskipun sekali lagi kita tidak mengharuskan, tetapi ini dalam rangka untuk mengajak kita sebagai pengelola madrasah untuk lebih serius," ungkap Ra Nasih.

 

Sementara Ustadz Jauhari, pengurus RMINU Bangkalan lainnya mengatakan, bahwa saat ini banyak tokoh berdakwah di media sosial yang kadang beradu kebenaran sesama ustadznya. Perdebatan tersebut tidak kunjung tuntas dan perlu hadir sosok penengah.

 

Menurut Jauhari, apabila hal demikian tidak segera dituntaskan, maka dikhawatirkan akan menjadi konsumsi publik, khususnya anak-anak. Jika hal tersebut terjadi, nanti akan jadi pembelajaran negatif karena tidak lengkapnya penjelasan yang dimunculkan.

 

“Bisa jadi nanti ada jalan yang bengkok dari pembelajaran Aswaja kita yang diperoleh mereka dari media sosial yang pembahasannya tidak tuntas," imbuhnya.

 

Dikatakan, penguatan akidah Islamiyah berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah penting dilakukan di setiap madrasah yang ada di Bangkalan. Penguatan ini dianggap penting agar siswa mengetahui pemahaman dasar tentang keaswajaan, sehingga tidak terpengaruh dengan informasi di media sosial yang bertentangan.

 

"Mereka belajar mendapatkan informasi-informasi keilmuan yang berbasis Aswaja itu melalui HP yang mereka pegang sepanjang hari. Sementara di sisi yang lain madrasah tidak memberikan pengajaran tentang hal-hal pokok tentang Aswaja. Bisa kecolongan kita," ujarnya.

 

 

Diketahui, sejumlah hal dibahas dalam kegiatan ini. Di antaranya penyeragaman bahan ajar, pengadaan buku Aswaja, dan penguatan legal standing status madrasah. Kegiatan itu diikuti pengurus RMINU dan Kepala Madrasah Diniyah se-Kabupaten Bangkalan.


Madura Terbaru