• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Kediri Raya

Rakorcab Pelajar NU Blitar Luncurkan Program ‘Ranting Berdikari’, Apa Itu?

Rakorcab Pelajar NU Blitar Luncurkan Program ‘Ranting Berdikari’, Apa Itu?
Rakorcab Virtual PC IPNU-IPPNU Kabupaten Blitar melalui google meet. (Foto: NOJ/Ika Nur Fitriani).
Rakorcab Virtual PC IPNU-IPPNU Kabupaten Blitar melalui google meet. (Foto: NOJ/Ika Nur Fitriani).

Blitar, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Blitar menghelat Rapat Koordinasi Cabang atau Rakorcab. Acara digelar secara daring melalui Google Meet, Selasa (03/08/2021).

 

Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, Syariful Anwar mengatakan, dalam Rakorcab ini pihaknya meluncurkan program ‘Ranting Berdikari’. Sebuah program yang bertujuan untuk mempersiapkan dan menjembatani ranting dalam akreditasi dan klasterisasi.

 

“Maka dari itu kami mendorong ranting-ranting yang ada di Kabupaten Blitar untuk melaksanakan program ‘Rantng Berdikari’ ini,” ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Syariful menjelaskan, di dalam ‘Ranting Berdikari’ tersebut ada enam komponen yang dijadikan patokan bagi ranting dalam melaksanakan programnya. Pertama, ranting diajak untuk aktif dalam sosial media dan dakwah digital. Mengingat saat ini segmentasi digital paling banyak dari usia pelajar.

 

“Ini merupakan suatu potensi yang harus kita manfaatkan bersama. Apalagi sebagian besar ranting di Kabupaten Blitar sudah memiliki akun media sosial,” tuturnya.

 

Kedua, yaitu ranting mandiri. Tujuannya agar ranting bisa mandiri berorganisasi terutama dalam hal finansial. Caranya ialah memaksimalkan badan usaha yang ada di ranting dengan pengelolaan yang profesional. Selain itu, bisa juga mengikuti program gabungan bersama Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Blitar dan Diplomat Success Challenge (DSC).  

 

Ketiga, kaderisasi yang berkelanjutan. Hal ini agar ketika sudah tidak tergabung di IPNU-IPPNU, dapat melanjutkan kiprahnya ke jenjang kaderisasi lanjutan, seperti GP Ansor dan Fatayat NU. Selain itu juga diharapkan dapat melaksanakan kaderisasi formal.

 

“Kaderisasi tersebut bisa dimulai dari Makesta, Lakmud, Lakut, dan yang semcamnya,” jelas Syariful.

 

Keempat, IPNU-IPPNU Blitar menarget kader tidak hanya cakap pendidikan agama, tapi juga pendidikan formal. Salah satunya dengan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kelima, yaitu tertib administrasi, yang merupakan program lanjutan dari gelaran Madrasah Administrasi beberapa waktu yang lalu.

 

Keenam, ialah bersinergi. Ranting diharapkan mampu bersinergi dengan badan otonom (banom) lain maupun dengan instansi atau lembaga lain di sekitarnya, seperti halnya karang taruna.

 

 

“Kami berharap agar program ‘Ranting Berdikari’ dapat segera diimplementasikan oleh ranting, tentu dengan pendampingan PAC.  Hal ini agar misi tentang nilai akreditasi dan klasterisasi sesuai harapan,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru