• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Kediri Raya

Rawat Tradisi Ngaji Kitab Bagian dari Cintah Tanah Air

Rawat Tradisi Ngaji Kitab Bagian dari Cintah Tanah Air
Talkshow Lentera Kiai Muda yang tayang di kanal youtube TVNU. (Foto: NOJ/ Abdullah Muwaffaq).
Talkshow Lentera Kiai Muda yang tayang di kanal youtube TVNU. (Foto: NOJ/ Abdullah Muwaffaq).

Kediri, NU Online Jatim

Penasihat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Jawa Tengah, Gus Ulil Albab Djalaludin mengingatkan kepada generasi muda terkait pentingnya hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman.

 

“Hal tersebut bisa dilakukan dengan banyak cara, di antaranya berbakti dan bershadaqah kepada negara,” ujar Gus Ulil saat Talkshow Lentera Kiai Muda bertajuk ‘Peran Kiai Muda dalam Mengisi Kemerdekaan’ yang tayang di TVNU, Senin (16/08/2021) malam.

 

Menurut Gus Ulil, salah satu bentuk shadaqah tersebut ialah menshadaqahkan ilmu kepada negara dan bangsa. Semisal dengan terus semangat melestarikan tradisi ngaji kitab seperti yang dilakukan sesepuh, atau dengan membimbing generasi muda ngaji kitab.

 

“Jika tradisi ngaji ini terus ada dan dilestarikan, maka insyaallah akan baik-baik saja,” ungkap alumni Pesantren Al-Falah Ploso Kediri tersebut.

 

Dirinya pun menyebutkan, bahwa santri atau generasi muda NU harus berani tampil di dunia maya. Karena apabila kelompok tertentu sudah memenuhinya dan santri tidak hadir memberi tandingan, maka yang diserap oleh masyarakat adalah hal yang disampaikan mereka.

 

"Sudah saatnya kaum santri wajib menyebarkan ilmu yang dimilikinya lewat dunia maya," imbuhnya.

 

Sementara itu, Ajengan Yayan dalam forum yang sama menyampaikan sebuah pepatah arab, bahwa ‘hati tanpa cinta akan gersang’. Hal yang sama, menurutnya, penting dilakukan bagi seseorang dalam menerapkan konsep hubbul wathan minal iman.

 

“Karena dengan ikatan cinta, ia akan memberikan yang terbaik untuk negerinya,” tuturnya.

 

Ajengan Yayan pun mengajak kepada Nahdliyin bahwa pandemi yang melanda tidak hanya dilihat dari sisi negatifnya, namun hendaknya dapat mengambil hikmah di balik itu.

 

“Upayakan dalam menyikapi pandemi tidak hanya dari sisi negatifnya, tapi penting pula dari sisi positifnya. Bahwa, nyatanya banyak hikmah yang dapat dipetik dari adanya pandemi ini,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru