• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Kediri Raya

Spirit Gus Dur pada Berdirinya Komunitas Lintas Agama di Kediri

Spirit Gus Dur pada Berdirinya Komunitas Lintas Agama di Kediri
Potret Gus Dur semasa hidup. (Foto: NOJ)
Potret Gus Dur semasa hidup. (Foto: NOJ)

Kediri, NU Online Jatim

Nahdliyin selalu terkenang dengan mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, kendati sudah meninggal dunia bertahun-tahun lalu. Spiritnya terus membekas sampai sekarang. Itu pula yang melatarbelakangi berdirinya komunitas lintas agama di Kediri pada 10 November 2010.

 

Salah satu pendiri Paguyuban Lintas Masyarakat PaLM Kediri, Taufik Al Amin, menuturkan, komunitas lintas agama di Kediri diawali dengan kehadiran salah satu putri Gus Dur, Alissa Wahid, ke Kediri.

 

“Pertama kumpul di Kantor PCNU Kota Kediri dan dideklarasikan pada tanggal 10 Nopember 2021 di halaman Studio Doho TV," dia bercerita dikutip NU Online Jatim pada Rabu (08/09/2021).

 

Ada beberapa tokoh pendiri PaLM. Di antaranya KH Imam Yahya Malik, Ahmad Subakir dari PCNU, Ma'ruf Anas, Suhendro dari Buddha, Ki Sutarto dari Penghayat Kepercayaan, Gus Reza, Taufik Al Amin, Pendeta Timotius Kabul dari Bamag, Romo Suyono dari Katolik, Usman Aruf dari LDII, Abdul Aziz dari Muhammadiyah, dan lainnya.

 

Menurut Ketua Gusdurian Kediri itu, Gus Dur menjadi martir dan tokoh pluralisme. Itulah kenapa lambang PaLM tidak bisa dipisahkan dari tokoh Gus Dur yang selama ini menjadi ikon perubahan kebebasan beragama, pluralisme, dan kebinekaan.

 

Komunitas yang memiliki visi dan misi menumbuhkembangkan pranata sosial dalam kerangka keberagaman, kedamaian dan kemanusiaan, menyuarakan gagasan keberagaman, mewujudkan masyarakat cinta damai, dan            menebarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan akan terus melahirkan regenerasi penerus pemerjuang Gus Dur.

 

Editor: Nur Faishal


Kediri Raya Terbaru