• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Kediri Raya

Pesan Kiai Nurul Huda Ploso dan Gus Kautsar ke Santri

Pesan Kiai Nurul Huda Ploso dan Gus Kautsar ke Santri
Gus Kautsar saat 40 hari wafatnya KH R Abdul Chakim Hamid, Pengasuh Pesantren Al-Anwar, Maron, Purworejo.
Gus Kautsar saat 40 hari wafatnya KH R Abdul Chakim Hamid, Pengasuh Pesantren Al-Anwar, Maron, Purworejo.

Kediri, NU Online Jatim

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Jazuli meminta kepada para santri agar selalu rukun dengan saudara-saudaranya. Selain itu, santri juga harus bersungguh-sungguh dalam mengaji.   

 

"Ngaji itu ahammu min ghairihi, ngaji itu lebih penting dari lainnya," kata Kiai Nurul Huda dalam acara doa bersama 40 hari wafatnya KH R Abdul Chakim Hamid, Pengasuh Pesantren Al-Anwar, Maron, Purworejo, dikutip dari NU Online, Jumat (27/08/2021).  

 

Lebih lanjut disampaikan Kiai Huda, panggilan akrabnya, yang juga anggota Mustasyar PBNU berharap, agar para santri tidak 'egla-egle' atau santai-santai dalam menuntut ilmu kepada para masyayikh tentang ilmu-ilmu yang bermanfaat.   

 

"Sekolah juga boleh, tetapi yang utama adalah mengaji," tegasnya.  

 

Sesepuh di Purworejo KH Toyfur juga berpesan agar para santri selain mempelajari ilmu syariat juga harus mempelajari ilmu tasawuf.

 

"Sebab orang yang berakal selalu menghendaki agar hidupnya selamat. Sedangkan orang yang berilmu inginnya selalu di depan," ujarnya.

 

Ia mencontohkan riwayat hidup Imam Al-Ghazali yang memiliki bakat dan kecerdasan yang luar biasa, namun kemudian logikanya dikalahkan oleh adiknya yang setelah belajar di Madrasah Nidhomiyah belajar tasawuf, sehingga akhirnya Imam Al-Ghazali mempelajari dan mengamalkan ilmu tasawuf dengan karya besarnya Ihya Ulumuddin, menghidupkan ilmu-ilmu agama.   

 

"Banyak auliya yang mendapatkan hikmah dari kitab ihya Ulumuddin," terangnya.  

 

Dalam sambutannya mewakili keluarga, Gus Kautsar mengharapkan, semoga acara doa bersama ini merupakan hadiah atau bisyaroh untuk almarhum almaghfurlah KH R Abdul Chakim Hamid.

 

"Semoga kita semua menjadi putra-putra yang berbakti kepada orang tua," doanya.  

 

"Bedanya santri dengan lainnya lanjutnya, jika santri melakukan kekeliruan, diingatkan langsung memperbaiki kekeliruannya. Permasalahannya banyak ulama yang sudah wafat, namun penggantinya banyak yang kurang layak. Akhirnya muncul orang-orang yang pakaiannya seperti ulama, namun apa yang disampaikannya merupakan logikanya saja, sehingga menyesatkan orang," ucapya.  

 

Editor: Nur Faishal


Kediri Raya Terbaru