• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Keislaman

Gelisah di Akhir Pekan? Perbanyak Membaca Doa Ini

Gelisah di Akhir Pekan? Perbanyak Membaca Doa Ini
Amalkan doa ini untuk mengusir gelisah. (Foto: NOJ/indozone.id)
Amalkan doa ini untuk mengusir gelisah. (Foto: NOJ/indozone.id)

Banyak cara yang dilakukan sejumlah kalangan agar bisa terlepas dari aneka masalah hidup. Salah satunya mungkin mengisi akhir pekan dengan pelesir ke tempat yang dianggap bisa membuat tenang. Akan tetapi, kerap kali bukan kedamaian yang  diraih, tidak sedikit malah sebaliknya.


Islam mengajarkan cara agar bisa terlepas dari kegelisahan batin dan pikiran yang tidak tenang. Yang dapat dilakukan antara lain dengan berdoa karena langsung meminta kepada Allah SWT yang tentunya diharap dapat menghilangkan gelisah tersebut.


Apalagi setiap hari manusia menghadapi persoalan atau satu masalah kehidupan dengan berbagai kompleksitas dan intensitasnya. Namun kita sesekali menghadapi persoalan atau satu masalah yang membuat pikiran kita terpaku padanya.


Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali menganjurkan membaca sebuah doa ketika dirundung masalah kehidupan. Kalimat dari doa dimaksud adalah sebagai berikut:

 

 اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي

 

Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī.

 

Artinya: Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Qur’an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku.  (Imam al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman: 409).


Doa ini dikutip oleh Imam Al-Ghazali dari riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim sebagai berikut: 


 قال صلى الله عليه و سلم ما أصاب أحدا حزن فقال ذلك إلا أذهب الله همه وأبدله مكانه فرحا فقيل له يا رسول الله أفلا نتعلمها فقال صلى الله عليه و سلم بلى ينبغي لمن سمعها أن يتعلمها

 

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah orang yang dirundung sebuah masalah yang membuatnya sedih, lalu membaca doa itu, melainkan Allah akan menghilangkan kebimbangannya dan menggantikannya dengan kebahagiaan. Rasulullah ditanya: “Apakah tidak boleh kami mempelajarinya?” “Tentu (boleh), seharusnya orang yang pernah mendengarnya mempelajari doa tersebut,” jawab Rasulullah. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).


Sayyid Muhammad az-Zabidi dalam kitab Ithafus Sadatil Muttaqin atau syarah dari Ihya Ulumiddin mengatakan, riwayat hadits yang berisi doa ini telah diverifikasi oleh Al-Iraqi. (Az-Zabidi, Ithaf, [Beirut, Muassasatut Tarikh Al-Arabi: 1994 M/1414 H], juz V, halaman: 106).

 

Artikel diambil dariDoa saat Pikiran Dirundung Masalah

 

Semoga dengan membaca doa di atas, kegelisahan yang melingkupi diri akan segera sirna. Apalagi kegelisahan tersebut menimpa saat akhir pekan seperti saat ini yang tentu saja akan berpengaruh pada kinerja dan produktifitas saat masuk kerja besok. Wallahu a’lam.


Editor:

Keislaman Terbaru