• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Keislaman

Mengapa Disarankan Mengerjakan Shalat Dluha? Berikut Fadilahnya

Mengapa Disarankan Mengerjakan Shalat Dluha? Berikut Fadilahnya
Shalat dluha memberikan banyak fadilah. (Foto: NOJ/Cahaya Islam)
Shalat dluha memberikan banyak fadilah. (Foto: NOJ/Cahaya Islam)

Dalam suasana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM seperti sekarang, seharusnya banyak kesempatan untuk beribadah. Kala di rumah, sebaiknya menyempatkan untuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya dengan mengerjakan shalat dluha.

 

Shalat dluha tidak semata dikerjakan dalam rangka mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, juga sebagai sarana untuk mengunduh aneka kebaikan yang telah dipesankan dalam banyak hadits dan kalam ulama.  

 

Shalat dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu dluha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat dluhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. 

 

Shalat dluha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat, maka shalat dluha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. 

 

Artikel diambil dariShalat Dhuha

 

Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dluha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dluhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari kehidupan kita tidak pernah kosong dari shalat. 

 

Fadilah Shalat Dluha
Shalat dluha memiliki beberapa fadilah. Yang pertama adalah mengikuti sunah Rasulullah SAW sebagaimana pernah berwasiat kepada Abu Hurairah:


عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري  

 

Artinya: Rasulullah SAW kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dluha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur. 

 

Di antara keutamaan yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala doa. 

 

Hal ini sebagaimana hadits Abu Hurairah:


  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ " 

 

Artinya: Barangsiapa menjaga shalat dluha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan

 

Dan yang tidak kalah penting adalah keutamaan yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah SAW dalam hadits qudsi:


  عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي ) 

 

Artinya: Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah SAW (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala: Rukuklah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu.  


Karenanya, sempatkan untuk melaksanakan shalat dluha. Karena di dalamnya terdapat keutamaan yang demikian tinggi. Apalagi saat ini masih dalam suasana PPKM, sudah sepatutnya menyempatkan waktu.


Editor:

Keislaman Terbaru