• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Keislaman

Panduan dan Keutamaan Shalat Dluha

Panduan dan Keutamaan Shalat Dluha
Shalat dluha sangat dianjurkan. (Foto: NOJ/GHi)
Shalat dluha sangat dianjurkan. (Foto: NOJ/GHi)

Salah satu shalat sunah yang dianjurkan adalah mengerjakan shalat dluha. Dalam suasana normal, sejumlah sekolah maupun madrasah menyelenggarakan shalat dluha dilaksanakan secara berjamaah.

Untuk diketahui, bahwa shalat dluha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu dluha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat dluhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. 

 

Shalat dluha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi hingga pukul 5 sore) dibagi empat, maka shalat dluha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dluha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dluhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian, maka dalam satu hari kehidupan kita tidak pernah kosong dari shalat. 

 

Shalat dluha memiliki beberapa fadilah atau keutamaan yang pertama adalah mengikuti sunah Rasulullah SAW sebagaimana berwasiat kepada Abu Hurairah:


 عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري  

 

Artinya: Rasulullah SAW kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dluha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

 

Di antara keutamaan yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala doa. Hal tersebut sebagaimana hadits Abu Hurairah:


  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ " 

 

Artinya: Barangsiapa menjaga shalat dluha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. 

 

Dan yang tidak kalah penting adalah keutamaan yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah SAW dalam hadits qudsi:


  عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي ) 

Artinya: Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah SAW (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala ‘ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu’.   

 

Shalat dluha minimal dilaksanakan dua rakaat, dan yang baik adalah empat rakaat sedangkan sempunanya adalah enam rakaat, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat. 

 

Shalat dluha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat rakaat sekaligus. 

 

Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat:


  أصلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى 
 

Ushalli sunnatad dluha rak’ataini lillahi ta’ala. 

 

Artinya: Aku niat shalat dua dua rakaat karena Allah. 

 

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-syamsi wa dluhaha untuk rakaat pertama dan qul ya ayyuhal kafirun  untuk rakaat kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya. 

 

Adapun bacaan doa dalam shalat dluha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah:


  اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ 

Allahumma innad dluhaa dluha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dluhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholihiin.  

 

Artinya: Ya Allah sesungguhnya waktu dluha adalah dluha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. ya allah apabila rizqiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dluha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shalih.


 


Editor:

Keislaman Terbaru