• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Keislaman

Doa Penghilang Malas Beribadah

Doa Penghilang Malas Beribadah
Terus berdoa agar diberikan semangat dalam beribadah. (Foto: NOJ/LKr)
Terus berdoa agar diberikan semangat dalam beribadah. (Foto: NOJ/LKr)

Untuk dapat terus memiliki semangat dalam mengisi hari dengan ibadah tidaklah mudah. Terkadang ada suasana yang mana ogah melaksanakan sejumlah ibadah, termasuk yang wajib sekalipun.

 

Pernah merasa berat hati untuk shalat, puasa, sedekah, atau ibadah lainnya? Keberatan itu didasarkan pada segudang alasan. Yang jelas, keberatan untuk ibadah itu terjadi karena situasi batin yang memang tidak memiliki kecenderungan untuk ibadah. 

 

Berikut ini merupakan salah satu doa yang dapat dibaca untuk melunakkan hati agar diringankan dan dimudahkan untuk berbuat baik.


 اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين 

 

Allahumma waffiqna li tha‘atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami‘ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin. 

 

 

Artinya: Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. (lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 49).  

 

Lafal doa ini dapat dibaca pada setiap selesai shalat lima waktu. Ini doa merendahkan hati berbuat ibadah, dibaca tiap-tiap lepas sembahyang lima waktu.

 

 

Doa ini juga dapat dibaca oleh orang tua untuk anaknya dan juga sebaliknya. Wallahu ‘alam.


Editor:

Keislaman Terbaru