• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Innalillahi, Pengasuh Pesantren Banyuanyar Madura Wafat

Innalillahi, Pengasuh Pesantren Banyuanyar Madura Wafat
KH Mohammad Syamsul Arifin semasa hidupnya. (Foto: Ist).
KH Mohammad Syamsul Arifin semasa hidupnya. (Foto: Ist).

Pamekasan, NU Online Jatim

Kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Pamekasan, salah satu tokoh penting dan ulama kharismatik, KH Mohammad Syamsul Arifin wafat, Kamis (01/07/2021).

 

Kabar wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan yang dikenal sosok penyabar dan istiqomah ini banyak tersiar WhatsApp grup dan media sosial lainnya.

 

“Innalillahi, KH Mohammad Syamsul Arifin Banyuanyar telah wafat,” kata Fathorrahman, salah satu alumni Pondok Pesantren Banyuanyar, dilansir beritajatim.com.

 

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan tersebut merasa kehilangan atas kepergian sosok yang sangat dikaguminya.

 

Pihaknya pun mengimbau, berdasarkan pesan dari keluarga almarhum agar tidak memposting sosok Kiai Syamsul ke berbagai jejaring media sosial (medsos).

 

“Tidak diperkenankan memasang foto atau video Syaikhona KH Mohammad Syamsul Arifin di medsos apapun,” imbaunya.

 

KH Mohammad Syamsul Arifin mengasuh pesantren yang terletak di Desa Potoan Daya, Palengaan, Pamekasan, sejak 1980 silam. Ia merupakan pengasuh ke-7 yang  meneruskan tongkat estafet kepemimpinan pesantren sebelumnya, sekaligus menggantikan KH Abd Hamid Baqir (1966 hingga 1980).

 

Berdasarkan catatan, Pondok Pesantren Banyuanyar pertama kali diasuh K Ishaq bin Hasan bin Abd Rahman (sekitar 1787), dilanjutkan KH Istbat bin Ishaq (1817-1868), KH Abd Hamid bin Itsbat (1968-1933), KH Abd Majid bin KH Abd Hamid (1933-1943), serta KH Baidhowi (1943-1966).


Madura Terbaru