• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Madura

Kader Muslimat NU Sumenep Dilatih Bijak Didik Anak Hadapi Era Digital

Kader Muslimat NU Sumenep Dilatih Bijak Didik Anak Hadapi Era Digital
Digital Parenting yang diadakan PC Muslimat NU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Digital Parenting yang diadakan PC Muslimat NU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep memperingati hari ibu dengan tajuk ‘Digital Parenting’, Sabtu (25/12/2021). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Tarate Sumenep.
 

Kiai Zamzami Sabiq Hamid sebagai pemateri menyatakan, 70 persen ketika orang tua sibuk memberikan gadget pada anak usia 6 bulan – 4 tahun. Kemudian 65 persen orang tua memberikan gadget pada anak untuk menenangkan anak di tempat umum.
 

Sedangkan 25 persen orang tua meninggalkan anak sendirian dengan gadget menjelang tidur. Sementara 94 persen anak usia TK (4-6 tahun) sudah biasa menggunakan gadget.
 

“Semestinya, di usia 0-2 tahun, anak jangan terpapar gadget. Usia 3-5 tahun boleh menggunakan gadget untuk program edukatif dengan pendampingan orang tua, maksimal satu jam sehari. Usia 6 tahun keatas, boleh diberikan gadget untuk program edukatif dan orang tua harus tahu apa yang ditonton, maksimal dua jam sehari,” ujarnya saat menjelaskan batasan menggunakan gadget untuk anak di hadapan seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Sumenep.
 

Berdasarkan data di lapangan, lanjutnya, anak mengalami Screen Dependency Disorder, seperti terlalu asyik bermain gadget, menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget, maupun waktu bermain gadget yang terus meningkat.
 

Selain itu, gagal mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget. Bisa juga hilang ketertarikan dengan dunia luar. Anak terkadang juga tetap bermain gadget meskipun diberitahu dampak negatifnya. Ada pula anak yang berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua, dan menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan.
 

“Fenomena ini akan berdampak buruk jika tidak bijak menggunakan gadget. Apalagi sampai nomophobia. Adapun cirinya antara lain, cemas saat habis pulsa, baterai dan sinyal; panik dan cemas jika jauh dari gadget; mengecek gadget setiap saat; menghabiskan waktu dengan gadget; penurunan performa; dan phantom vibration,” ungkap Sekretaris Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep itu.
 

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Sumenep tersebut menjelaskan dampak negatif gadget pada anak. Yaitu; anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa, anak menjadi malas bergerak, berkurangnya perhatian anak, perkembangan otak anak ke arah yang negatif, menimbulkan masalah dalam belajar, tidak bisa bersosialisasi dengan baik, menimbulkan rasa cemas, gelisah dan khawatir, menyebabkan depresi masa anak-anak, dampak negatif pada karakter,serta berpotensi menjadi korban predator dan bullying di dunia digital.
 

“Ada 9 tips mencegah anak kecanduan gadget, yaitu: batasi durasi penggunaan gadget, jadwalkan dan sepakati penggunaan gadget, beri akses terbatas penggunaan gadget, tetapkan wilayah bebas gadget, ajarkan pentingnya menahan diri menggunakan gadget, buat anak sibuk bermain selain gadget, jangan jadikan gadget sebagai babysitters, jangan gunakan gadget untuk menenangkan anak, dan beri teladan penggunaan gadget,” pungkasnya.
 

Acara dihadiri oleh Ibu Nia Kurnia Fauzi selaku Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumenep, Ketua PC Muslimat NU Sumenep Ny Hj Dewi Khalifah, dan seluruh pengurus PAC Muslimat NU se-Sumenep.


Editor:

Madura Terbaru