• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Madura

Ketua MWCNU di Sumenep Dinobatkan Tokoh Kemandirian Ekonomi Warga

Ketua MWCNU di Sumenep Dinobatkan Tokoh Kemandirian Ekonomi Warga
KH Ahmad Junaidi Ma'arif (kanan) menerima piagam penghargaan dari Muhaimin. (Foto: NOJ/Firdausi)  
KH Ahmad Junaidi Ma'arif (kanan) menerima piagam penghargaan dari Muhaimin. (Foto: NOJ/Firdausi)  

Sumenep, NU Online Jatim 
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep, KH Ahmad Junaidi Ma'arif, dinobatkan sebagai 'Tokoh Kemandirian Ekonomi Warga'. Penganugerahan diberikan pada acara Doa Bersama Ulama dan Habaib untuk Perdamaian Dunia dan Halal Bihalal bersama Gus Muhaimin, di Surabaya, Ahad (22/05/2022). 


Kiai Junaidi menjelaskan, penganugerahan ini berangkat dari penilaian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur. Hal tersebut atas dedikasinya sebagai kader penggerak NU di bidang kemandirian ekonomi warga. 


"Kami sempat tidak percaya saat menerima surat dengan nomor surat 7037/DPW-25/02/V/2022," tuturnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Senin (23/05/2022).


Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menegaskan bahwa berkat pengabdiannya di jamiyah dinilai positif oleh PKB. 


"Bagi kami belum sempurna. Karena selama 2 periode menjabat sebagai Ketua MWCNU Pragaan, kami memfokuskan pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Semuanya dedikasi kami untuk NU dan Nahdliyin," terangnya. 


Pihaknya bersama jajaran pengurus, lanjutnya, telah menggerakkan program NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU). Dari mulai bedah rumah dhuafa, memperbaiki jembatan penghubung desa, renovasi masjid atau mushala, beasantri. Juga distribusi daging kurban, penggalangan dana bencana alam dan muktamar atau konferensi, distribusi sembako dan zakat fitrah, serta pentasharufan zakat, infaq dan shadaqah pada mustahiq. 


"Kami juga mendirikan dan mengaktifkan Klinik Pratama NU Pragaan sebagai pusat pelayanan kesehatan,” ungkapnya. 


Bahkan menurut tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung, Pragaan itu, di periode kedua melakkan belanja besar-besaran untuk melengkapi alat kesehatan guna memberi kenyamanan pada warga.


Selain itu, Kiai Junaidi meluncurkan Kartu Sehat NU untuk warga NU yang tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Bagi yang memiliki kartu tersebut, tidak dikenakan tarif untuk layanan rawat jalan. 


"Berkat doa Nahdliyin, klinik NU Pragaan sudah menerima pasien BPJS. Mungkin inilah yang melatar belakanginya, sehingga kami mendapat penganugerahan tersebut dari Muhaimin Iskandar," tandasnya. 


Editor:

Madura Terbaru