• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Ketua NU Sumenep: Jika Bergerak Pasti Berkah

Ketua NU Sumenep: Jika Bergerak Pasti Berkah
KH A Pandji Taufiq , Ketua PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).
KH A Pandji Taufiq , Ketua PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Di media online dan cetak, dakwah NU bukan saja melalui konstruksi pemikiran melainkan juga dengan keteladanan tata laku yang santun, humanis, moderat, dan tetap kritis.

 

Penegasan ini disampaikan oleh KH A Pandji Taufiq di acara istighotsah dan silaturahim kru-kontributor pcnusumenep.or.id. Kegiatan yang mengusung tema 'Meneguhkan Independensi Pers NU Menuju An-Nahdlah Ats-Tsaniyah' ini dilaksanakan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (31/01/2021).

 

"Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) menorehkan sejarah baru. Karena sejak kami aktif mulai periode 2005-2010, 2010-2015, 2015-2020, dan hingga sekarang, baru kali ini berdiri dan bergerak," ujar Ketua PCNU Sumenep yang disambut tepuk tangan.

 

Selanjutnya, Kiai Pandji menyitir dawuh Almaghfurlah KH Wahid Hasyim bahwa jika memang ingin berkhidmat di NU, maka bergeraklah dulu. Jika Bergerak, pasti ada barakah.

 

"Sahabat Kontri jangan seperti orang umum yang mengedepankan semboyan bahwa barakah dulu, baru bergerak," pintanya penuh harap.

 

Negara kita merdeka, karena bangsa Indonesia bahu-membahu bergerak. Seperti dawuh Hadaratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari bahwa Indonesia tidak pernah meminta kemerdekaan pada penjajah, melainkan bangsa menyongsong kemerdekaan dengan darah jihadnya.

 

"Tanpa NU, maka Indonesia tidak akan hadir, seperti lieteratur yang menyatakan bahwa NU adalah kehadiran negeri ini," tegasnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menegaskan bahwa yang paling sulit saat ini adalah bergerak bersama. Padahal NU yang dipelopori oleh mbah Hasyim tujuannya adalah mengikat dan memperkokoh lembaga pendidikan yang didirikan oleh ulama.

 

"Bergerak bersama menjadi PR buat kalian seperti yang kami katakan pada pengurus LTNNU saat pertemuan perdana di kantor ini," harapnya.

 

Kiai yang menjabat Ketua PCNU selama 3 periode ini menyitir dawuh KH R As'ad Syamsul Arifin bahwa NU je' kalakeh, tapeh ka bhinih. Artinya jangan mencari hidup di NU, tetapi harus menghidupkan NU.

 

Selain itu, beliau mengajak kepada nahdliyin untuk tidak memperdebatkan Hari Lahir (Harlah) NU. Secara historis lahir pada tanggal 31 Januari atau versi masehi. Sedangkan versi Hijriyah lahir pada 16 Rajab.

 

"Harlah 95 versi masehi dan 98 versi hijriyah, semuanya benar. Namun berdasarkan hasil putusan Muktamar di Jombang memutuskan bahwa Harlah NU secara resmi memakai tahun hijriyah," ungkapnya.

 

Menurut kacamatanya, yang lebih penting adalah bagaimana NU menyapa rakyat atau Ranting NU. Hadirnya NU ke desa harus dijadikan perspektif dalam literasi.

 

"Ini bukan berangkat dari instruksi saya, tetapi hasil Konferensi Cabang (Konfercab) tahun lalu dengan bunyi adalah NU hadir di desa demi menguatkan ranting," tuturnya sambil melontarkan senyuman.

 

Di akhir pengarahannya, Kiai Pandji menginstruksikan agar tidak provokatif dalam penulisan berita, tapi tampilkan ke khalayak bahwa NU memiliki wajah yang dikenal sebagai lumbung penyadaran dan pemberdayaan moralitas sosial keumatan.

 

"NU tidak ke kanan dan ke kiri, tapi NU berada di tengah-tengah. Tariklah yang kiri dan kanan ke tengah-tengah. InsyaAllah situs resmi NU Sumenep menjadi media terbaik, amin ya rabbal alamin," pungkasnya.

 

 

Sebelum acara dimulai, istighotsah dipimpin oleh KH Halimi Matin selaku Wakil Katib PCNU Sumenep. Acara juga dilaksanakan secara live streaming di Channel YouTube PCNU Sumenep.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru