• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 20 April 2024

Madura

Ketua PCNU Pamekasan Beberkan Alasan Anak Muda NU Harus Ber-PMII

Ketua PCNU Pamekasan Beberkan Alasan Anak Muda NU Harus Ber-PMII
KH Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan. (Foto: NOJ/Syarofi)
KH Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan. (Foto: NOJ/Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Bagi nahdliyin, organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sendiri pasti sudah tidak asing lagi. sebab organisasi kemahasiswaan yang berdiri tepat pada tanggal 17 April 1960 ini lahir dari NU dengan mengamalkan paham-paham Ahlussunnah wal Jama'ah dalam kesehariannya. Namun disadari atau tidak, masih banyak dari kalangan nahdliyin utamanya kalangan pemuda yang belum mengenali PMII secara utuh.



Untuk itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH Taufik Hasyim memberikan alasan kenapa anak muda NU harus ber-PMII.



"Minimal ada dua alasan mengapa anak muda NU harus masuk PMII. Pertama, Hanya PMII yang menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ideologi gerakan," kata Kiai Taufik.



Alumni pesantren Lirboyo itu melanjutkan, PMII dan NU memiliki kedekatan yang tidak bisa dipisahkan.



"Kedua, PMII diresmikan oleh KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU waktu itu yang memang didirikan untuk anak muda NU yang ada di bangku kuliah," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Pamekasan itu.



Selain itu, Mantan aktivis PMII Kediri tersebut juga menyampaikan rasa syukurnya lantaran bisa mengenal PMII. Menurutnya, dari PMII lah beliau banyak mengenal NU.


"Saya pernah berproses di PMII dan saya lebih banyak belajar NU melalui PMII," tegasnya.



Kiai Taufik juga menambahkan, melalui PMII ia banyak belajar tentang ilmu sosial, politik, hingga cara memajukan organisasi dengan baik.



"Di PMII saya tau banyak hal. Diantaranya berbagai macam teori sosial, kritik nalar agama,politik dan negara, ideologi-ideologi besar dunia, organisasi dan tau bagaimana menjadi orang yang loyal dalam organisasi," tuturnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru