• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU

Kiai Marzuki Tegaskan Karamah dan Keilmuan Syaikhona Kholil Nyata

Kiai Marzuki Tegaskan Karamah dan Keilmuan Syaikhona Kholil Nyata
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)

Bangkalan, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menegaskan bahwa karamah Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan adalah nyata. Hal itu ia tegaskan saat memberi sambutan singkat setelah acara ‘Ngaji Kitab dan Ijazah Ratib Syaikhona Kholil saat rangkaian Harlah ke-99 NU di Masjid Syaikhona Kholil, Bangkalan, Kamis (17/02/2022).

 

“Seluruh hadirin dan hadirat, pengurus NU dari PW, PC, MWC dan Nahdliyin. Saya ingin berbicara sedikit saja, bahwa karamah Syaikhona Muhammad Kholil itu nyata, kealimannya nyata,” ungkapnya.

 

Menurut Kiai Marzuki, tidak mungkin ia tidak karamah kalau saat ini masih terasa kekeramatannya. Sedangan kealiman Syaikhona Muhammad Kholil sendiri dapat dibuktikan dengan banyaknya kiai besar yang kealimannya tidak diragukan menjadi santrinya. Mulai dari Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Abdul Wahab Hasbullah. Juga para masayikh Pesantren Lirboyo, Ploso dan pesantren besar lainnya.

 

“Sebab karamah, kealiman, kekeramatan Syaikhona Kholil, maka saya berpesan khususnya kepada masyarakat Madura, jangan berpaling dari syaikhona,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang itu.

 

Lebih lanjut, Kiai Marzuki mengungkapkan bahwa Syaikhona Kholil telah meridhai, merestui, membarakahi, dan menginisiasi berdirinya NU. Maka, bentuk dari tidak berpaling dari syaikhona adalah tetap istiqamah di NU bagaimanapun keadaannya.

 

“Mohon maaf, mohon maaf. Saya perlu mengatakan seperti ini karena ada beberapa masyarakat Madura yang ikut kelompok wahabi dan syiah. Mulai ada yang tidak tertarik lagi dengan Syaikhona Muhammad Kholil,” ungkapnya.

 

Kalau masyarakat Madura tidak tertarik lagi dengan Syaikhona Muhammad Kholil, adakah tokoh yang karamah, barakah, kealimannya melebihi Syaikhona Kholil? “Saya yakin tidak ada,” ucapnya.

 

Dirinya pun mengimbau kepada pengurus NU untuk menjaga organisasi warisan Syaikhona Kholil, KH M Hasyim Asy’ari, dan kiai lainnya dengan tulus berkhidmat. Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada yang mencari keuntungan pribadi melalui NU.

  

“Saya tidak ingin ada yang menjual, membohongi atau memperalat NU. Kalau itu yang dilakukan, bukan barokah syaikhona yang akan didapat. Tetapi balak atau petaka yang akan diperoleh. Naudzubillah min Dzalik,” pungkasnya.


Madura Terbaru