• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU

Gus Yahya: Kelahiran NU Diharap Jadi Wasilah Itmam Nurillah

Gus Yahya: Kelahiran NU Diharap Jadi Wasilah Itmam Nurillah
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama digelar di Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Cholil Bangkalan, Kamis (17/02/2022). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, adanya Harlah yang diletakkan di Bangkalan tidak lain untuk meminta barokah Syaikhona Cholil.

 

“Tadi dikatakan bahwa syaikhona ini bukan hanya sekedar tempat untuk tabarruk (mengharap barokah), tapi beliau memiliki karya-karya yang menjadi referensi intelektual yang berharga. Namun, saya harus katakan terus terang saja, kami datang ke sini, menggelar peringatan di sini, yang utama maksudnya adalah tabarruk, ngalap barokah kepada syaikhona dan mengingat apa pesan-pesan syaikhona untuk NU,” ujarnya.

 

Pesan Syaikhona Cholil yang disebutkan itu tercantum dalam Al-Qur’an Surat As-Saff ayat 8, “Orang-orang ingin mematikan cahaya Allah, tapi Allah senantiasa menyempurnakan cahaya-Nya walaupun yang ingkar tidak suka."

 

Menurut Gus Yahya, bila direfleksikan terhadap konteks lahirnya Nahdlatul Ulama, hal tersebut sangat relevan sekali karena NU lahir ketika kekuatan-kekuatan besar dunia sedang bergelut, sedang mengerahkan kekuatan-kekuatan mereka untuk mematikan nurullah (cahaya Allah).

 

“Tapi syaikhona berpesan kepada santri-santrinya, kepada para ulama yang menjadi bagian dari simpul sanad yang ada pada diri syaikhona, kalau kita semua tidak boleh berkecil hati karena Allah senantiasa akan menyempurnakan cahayanya,” kata Gus Yahya.

 

Dengan pesan tersebut, adanya Nahdlatul Ulama diharapkan menjadi wasilah untuk menyempurnakan cahaya Allah, walaupun dari mereka yang ingkar tidak suka.

 

 “Kalau kita meyakini bahwa mandat kita adalah mandat itmam nurillah (menyempurnakan cahaya Allah), bahwa harapan yang dihadapkan kepada kita adalah harapan itmam nurillah. Maka, tentunya kita harus kembali kepada maha nurullah itu sendiri,” tutur Gus Yahya.

 

Diketahui, peringatan puncak Harlah ke-99 NU tersebut dihadiri PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

  

Selain itu, turut hadir pula secara virtual Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. Sedang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki hadir secara langsung, serta melakukan penandatanganan MoU dengan PBNU.


Madura Terbaru