• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Metropolis

Sambang Kantor NU Pertama, Gus Yahya: Di Tempat Inilah NU Dimulai

Sambang Kantor NU Pertama, Gus Yahya: Di Tempat Inilah NU Dimulai
Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat di kantor PCNU Kota Surabaya. (Foto: NOJ/NU Network)
Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat di kantor PCNU Kota Surabaya. (Foto: NOJ/NU Network)

Surabaya, NU Online Jatim
Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia bernostalgia. Selama kunjungan di Jawa Timur, mereka berkesempatan mengunjungi kantor Hofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) atau kantor pertama PBNU, Jalan Bubutan VI/2 Surabaya, Kamis (17/02/2022).
 

Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa pergerakan ke masa depan tidak boleh tercerabut dari akar titik mulanya.
 

"Ketika kita mulai hendak bergerak untuk tujuan meraih masa depan, karena masa depan tidak boleh terlepas dari asal mulanya, ke manapun kita menuju untuk masa depan NU, tidak serorang pun boleh lupa bahwa di tempat inilah mulainya," katanya.
 

Dalam menyampaikan sambutannya, tampak Gus Yahya berupaya menahan haru. Beberapa kali putra pertama KH Cholil Bisri itu terdiam cukup lama dengan matanya yang mengembang.
 

Ia seakan hanyut dibawa masa lalu. Seolah di matanya, tampak jelas para pendiri duduk menyaksikannya atau sedang bermusyawarah merumuskan masa depan agama dan bangsa yang amat mereka cintai dengan penuh setia.
 

"Kalau kita berpikir tentang kesetiaan, tentang perjuangan, di tempat inilah kesetiaan itu ditambatkan," ujarnya.
 

"Kalau kita bermimpi masa depan di tempat inilah mimpi itu mula-mula dihidupkan," lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jawa Tengah itu.
 

Gus Yahya seakan merasakan energi-energi spiritual yang memenuhi ruangan, tempat para pendiri NU dahulu mencurahkan segala daya dan upayanya untuk kemaslahatan bersama.
 

"Datang ke tempat ini, melihat ruangan ini, merasakan suasana di dalamnya, apalagi kalau kita mengerahkan kepekaan spiritual kita, kita akan menangkap energi apa, kekuatan apa yang telah menggelindingkan NU yang kita nikmati hari ini setelah 99 tahun ke depan," tutupnya.


Metropolis Terbaru