• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Madura

Naghfir, Pengurus LWPNU Sumenep Dikukuhkan Notaris Jatim

Naghfir, Pengurus LWPNU Sumenep Dikukuhkan Notaris Jatim
Naghfir hadiri pengambilan sumpah dan janji notaris Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa TImur. Foto: Istimewa
Naghfir hadiri pengambilan sumpah dan janji notaris Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa TImur. Foto: Istimewa

Sumenep, NU Online Jatim

Salah satu pengurus Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Sumenep, Naghfir mengikuti pengambilan sumpah atau janji jabatan notaris Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Timur, Selasa (30/11/2021) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Dyandra Convention Center, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

 

Naghfir mulai dikenal masyarakat, khususnya warga NU semenjak dirinya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) hingga akhirnya dilantik sebagai pengurus LWPNU Sumenep.

 

Naghfir menceritakan, selama empat tahun sebagai PPAT karirnya semakin melambung. “Mungkin inilah yang disebut barokah dari NU. Karena selama menjalankan programnya, kami bersama pengurus LWPNU Sumenep memproses sertifikasi aset tanah NU. Baik di tingkat PCNU dan MWCNU se-Sumenep,” ujarnya saat di konfirmasi di kediamannya Jl. Jokotole Lingkar Barat Perum Griya Berkat Regency GG 3 24, Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (04/12/2021).

 

Menurut Cak Naghfir, notaris yang dilantik pada saat itu sebanyak 257 orang dari berbagai daerah. Untuk Sumenep, hanya ada lima orang, termasuk dirinya.

 

"Ini jimat untuk menjadi orang yang bersih, cerdas dan menolong sesama dan mengangkat derajat NU beserta Nahdliyin. Karena kejujuran adalah tonggak utama bagi perjalanan manusia," ungkapnya.

 

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang tersebut mencurahkan bahwa saat awal meniti karir, dirinya sempat mengalami rasa putus asa, yakni antara melanjutkan atau tidak sebagai notaris. “Menjadi notaris tidaklah mudah. Kami memikul tanggung jawab yang sangat besar,”
tuturnya.

 

Ia mengurai, notaris merupakan pejabat umum yang bergerak di bidang jasa serta berhak membuat perjanjian, membuat akta otentik yang harus berlandaskan jujur, amanah, seksama, mandiri dan tidak berpihak.

 

"Perjalanan yang kami tempuh tidaklah mudah, melainkan butuh perjuangan, tekad yang kuat untuk mencapai puncak kejayaan, termasuk mengawal aset yang ada di NU," imbuhnya.

 

Selama meniti karir, ujian terberat yang dialami ialah Ujian Kode Etik Notaris (Uken) sebagai penentu kelulusan. Karena pesertanya bukan dari kalangan Nahdliyin, tapi semuanya ia layani.

 

 

“Awalnya kami mengikuti tahap awal, yakni magang selama 2 tahun, seminar, tes, ujian kode etik notaris, peningkatan kualitas jabatan notaris, rebutan memilih formasi dan terakhir finalisasi pelantikan. Berhubung kami memiliki kemauan yang kuat serta dukungan orang tua, saya tetap melanjutkan, hingga akhirnya kami dilantik," pungkasnya.

 

Editor: Romza

​​​​​​​


Editor:

Madura Terbaru