• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Madura

Mustasyar NU Sumenep Ungkap Hal-hal yang Ditakuti Orang Beriman

Mustasyar NU Sumenep Ungkap Hal-hal yang Ditakuti Orang Beriman
Mustasyar PCNU Sumenep KH Thaifur Ali Wafa. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Mustasyar PCNU Sumenep KH Thaifur Ali Wafa. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH Thaifur Ali Wafa, menyampaikan perihal ketakutan yang dialami oleh orang beriman. Salah satunya adalah takut meninggal tanpa membawa keimanan.

 

Hal itu disampaikan Kiai Thaifur saat pengajian rutin bulanan kitab Nashaihul Ibad dan Firdausun Na'im. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor PCNU setempat, Selasa (30/11/2021).

 

Menurut Kiai Thaifur, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui keimanan seseorang. Maka dari itu orang beriman diminta hati-hati dalam menjaga perbuatannya.

 

 "Sebab, hati ada dalam kekuasaan Allah SWT dan Allah lah yang Maha Membalikkan," tuturnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren As-Sadad Ambunten, Sumenep itu menceritakan kembali kisah seorang waliyullah. Dalam kisahnya, waliyullah tersebut ditawari surga yang paling tinggi atau surga firdaus. Akan tetapi, wali tersebut malah memilih surga paling bawah. Sebabnya, ia masih dilanda ketakutan.

 

"Karena jika masih menunggu waktu menuju surga Firdaus, maka wali tersebut khawatir tidak sampai dan dalam perjalannya meninggal Su'ul Khotimah," ujar Kiai Thoifur.

 

Ia juga menceritakan, bahwa beberapa tahun lalu ketika KH Maimoen Zubair di akhir hayatnya tidak ada hal lain yang diminta kecuali minta didoakan semoga khusnul khotimah.

 

"Bahkan pertemuan terakhir saya, ketika beliau ke Pendopo Sumenep. Tidak ada hal lain yang disampaikan ke saya, kecuali meminta didoakan semoga khusnul khotimah,” imbuhnya.

 

Terakhir, Kiai Thaifur pun mengutip percakapan Sayyidina Umar bin Khattab dengan Rasulullah SAW. Dalam percakapan itu, Sahabat Umar bertanya kepada Rasulullah. '”Apakah amal yang saya lakukan dijamin oleh Allah?”

 

Lalu, Nabi menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban 'tidak'. Kemudian Umar kembali bertanya, “Lalu untuk apa amal tersebut?”

 

Nabi menjawab dengan meminta Umar untuk melakukan semua amal baik. Karena kata Nabi, amal baik akan mempermudah menuju ke jalan kebaikan. Jika seseorang akan menjadi ahli surga, maka akan dipermudah dalam memperoleh ketaatan. Namun jika sebaliknya, maka orang itu akan menjadi ahli neraka.

 

 

"Semoga kita semua diselamatkan, dan mati dalam keadaan membawa iman," pungkasnya.


Madura Terbaru