• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Madura

Pasca Kejadian di Suramadu, Begini Pesan Dzurriyah Syaikhona Kholil

Pasca Kejadian di Suramadu, Begini Pesan Dzurriyah Syaikhona Kholil
KH Fathur Rozi Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. (Foto: Ist).
KH Fathur Rozi Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. (Foto: Ist).

Bangkalan, NU Online Jatim

Perusakan pos penyekatan di Jembatan Suramadu oleh sejumlah warga memantik keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair.

 

Pria yang merupakan dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan tersebut mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan atas terjadinya insiden tersebut. Hal tersebut menurutnya tidak perlu terjadi jika masyarakat sadar akan pentingnya jaga diri dari Covid-19.

 

“Bila semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari Covid-19, semestinya insiden ini tidak perlu terjadi,” ujar Ra Fathur, sapaannya dilansir beritajatim.com, Jumat (18/6/2021).

 

Menurutnya, penyekatan dan swab antigen yang dilakukan pemerintah di Suramadu adalah bentuk ikhtiar agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi lonjakan kasus atau kerusakan yang lebih besar.

 

“Sebagai Muslim, kita harus mencegah kemudlaratan yang lebih besar,” tegas putra dari KH Zubair Muntashor tersebut.

 

Ra Fathur menyebut, penyekatan di Suramadu bukan bentuk diskriminasi. Sebab, penyekatan tidak hanya dilakukan pada Suramadu sisi Surabaya, tapi juga Suramadu sisi Madura.

 

“Itu artinya, yang diperiksa tidak hanya warga Madura yang akan ke Surabaya, tapi juga warga Surabaya yang akan ke Madura,” imbuhnya.

 

Selama ini, lanjut Ra Fathur, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga Madura khususnya Bangkalan, untuk taat dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

 

“Saya meminta kepada masyarakat supaya patuh protokol kesehatan. Ini adalah upaya kita agar terhindar dari musibah Covid-19,” tuturnya.

 

 

Ia pun menegaskan, apa yang telah dilakukan pemerintah adalah keputusan yang terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dirinya mendukung langkah pemerintah dalam menangani Covid-19, termasuk penanganan di Bangkalan dan Surabaya.

 

"Menurut saya yang dilakukan pemerintah sudah tepat. Untuk itu, saya mendukung penuh atas apa yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi persoalan Covid-19 ini," ungkap Ra Fathur.

 

Selain itu, pihaknya juga meminta agar petugas di lapangan lebih ramah dalam melayani masyarakat. Hendaknya dilakukan edukasi secara matang kepada masyarakat yang tersekat di Suramadu.

 

 

“Saya minta petugas di lapangan agar lebih ramah dalam melayani warga. Sistemnya juga perlu terus dibenahi agar semakin cepat dalam pelayanan,” pungkasnya.


Madura Terbaru