• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Rais NU Sumenep: Syawal adalah Momentum Awal Berbuat Kebaikan

Rais NU Sumenep: Syawal adalah Momentum Awal Berbuat Kebaikan
Rais PCNU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini (pegang mik). (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Rais PCNU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini (pegang mik). (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidzi Syarbini menyampaikan bahwa bulan Syawal merupakan awal untuk memulai kembali perbuatan atau amal baik yang diridhai Allah SWT.


Hal itu disampaikan saat Halal Bihalal PCNU Sumenep bersama elemen NU dan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Sumenep, Ahad (22/05/2022). Acara tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin, Gapura Timur, Gapura, Sumenep.


"Alhamdulillah, kita bisa dipertemukan kembali dengan bulan Syawal. Semoga bulan ini memberi berkah untuk amal kita selanjutnya," kata Kiai Hafidzi.


Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang ini mengatakan, bahwa momentum lebaran Idul Fitri telah banyak menghapus dosa-dosa yang pernah diperbuat. "Oleh karenanya, diharapkan amal baik terus dilakukan sehingga menjadi amal yang diridhai oleh Allah SWT," ujarnya.


Ia menceritakan, bahwa para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amal apa yang paling baik untuk dilakukan. Rasulullah SAW pun menjawab, bahwa paling baiknya amal yaitu amal yang sampai dan kemudian berangkat.


“Maksud dari sabda Nabi tersebut ialah perbuatan sampai ke bulan Ramadhan dan berangkat menuju bulan Syawal untuk senantiasa melakukan amal baik,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Batuan, Sumenep ini.


“Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf bila selama ini banyak berbuat salah kepada semuanya, khususnya kepada sesama pengurus NU,” imbuhnya.


Dirinya menuturkan, jika Allah SWT menampakkan kesalahan di antara sesama manusia, maka sejatina itu bukanlah sebuah kesalahan. Akan tetapi. Hal tersebut merupakan bentuk pertolongan Allah SWT kepada manusia untuk mengatahui dan tidak mengikuti kesalahan yang diperbuat.


"Semoga di bulan Syawal ini kita dapat menjadi manusia yang faulaika humul muflihun dalam mengamalkan ajaran-ajaran Nahdlatul Ulama," pungkasnya.


Madura Terbaru