• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Madura

Rumah Moderasi Beragama Harus Tunjukkan Peran Nyata Cegah Intoleransi

Rumah Moderasi Beragama Harus Tunjukkan Peran Nyata Cegah Intoleransi
Webinar Nasional yang diselenggarakan Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura, Selasa (17/11/2020). (Foto: NOJ/ Syarofi).
Webinar Nasional yang diselenggarakan Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura, Selasa (17/11/2020). (Foto: NOJ/ Syarofi).

Pamekasan, NU Online Jatim

Keberadaan Rumah Moderasi Beragama diminta lebih aktif menunjukkan perannya untuk meredam dan menyikapi intoleleransi dan faham radikal di Indonesia. Sebab, keberadaan Rumah Moderasi Beragama tidak hanya untuk perguruan tinggi, namun diharapkan bermanfaat bagi publik.

 

Sehingga Rumah Moderasi Beragama perlu ikut andil merespon publik guna memberikan peran nyata di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Suyitno, Direktur Diktis Kemenag RI saat kegiatan Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura, Selasa (17/11/2020).

 

"Rumah Moderasi Beragama yang telah dibangun itu harus memberikan peran nyata kepada masyarakat, tidak hanya sebatas kelembagaaan yang di sandingkan dengan LP2M," katanya.

 

Ia menyebutkan, hingga tanggal 14 Juli ada 19 rumah Moderasi Beragama yang telah di bentuk serta diresmikan. Lokasinya berada di UIN Lampung, UIN Malang, UIN Bandung, UIN Jambi, IAIN Purwokerto, IAIN Semarang, IAIN Batusangkar, IAIN Palu, IAIN Kudus, IAIN Metro, IAIN Banjarmasin, IAIN Jember, IAIN Madura, IAIN Cirebon, UIN Mataram, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, IAIN Curup.

 

Suyitno menginginkan, Rumah Moderasi Beragama yang telah dibentuk itu bisa melakukan kajian komprehensif. Baik secara akademik maupun menjawab tantangan publik secara transparan. "Melalui rumah moderasi beragama ini tentu harus bergerak secara masif, jangan diam seribu bahasa," imbuhnya. 

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebutkan tiga fungsi Rumah Moderasi Beragama yang harus dikembangkan oleh sebuah lembaga. "Mulai dari fungsi riset, fungsi diklat dan sebagai fungsi FKUB," tegasnya.

 

Dalam pandangannya, Indonesia kini dalam serbuan tekanan barat dan timur. "Tekanan dari barat ini adalah serbuan ideologi sekuler, sedangkan dari timur ideologi berbasis agama," ungkapnya.

 

Ia juga memaparkan proses-proses yang harus dilakukan oleh para penghuni Rumah Moderasi Beragama. "Penghuninya harus berilmu, berbudi, hati-hati, bertindak adil, menjaga keseimbangan sehingga tercipta rukun, damai dan toleran," ujarnya.

 


 

Dipenghujung diskusinya, ia berharap perguruan tinggi  keagamaan Islam bisa meneguhkan ideologi kebangsaan. "Harus membangun relasi agama dan negara secara harmonis, menjadikan agama sebagai perekat kohesi sosial dan instrumen institusional pancasila," tandas Suyitno.

 

Kegiatan tersebut juga dihadiri M Khalid Syaerozi Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), dan Aceng Abdul Aziz Ketua Pokja Moderasi Beragama Kemenag RI. Sedangkan acara ini dibuka Mohammad Kosim, Rektor IAIN Madura.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru