• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Malang Raya

Dua Kader IPNU di Malang Juarai Lomba Se-Jawa dan Madura

Dua Kader IPNU di Malang Juarai  Lomba Se-Jawa dan Madura
Ahmad Zulkurniawan (kiri) dan M Hafidz Nur Azizi berjaya di ajang IPPBMM se-Jawa dan Madura. (Foto: NOJ/Hilyatul M)
Ahmad Zulkurniawan (kiri) dan M Hafidz Nur Azizi berjaya di ajang IPPBMM se-Jawa dan Madura. (Foto: NOJ/Hilyatul M)

Malang, NU Online Jatim

M Hafidz Nur Azizi dan  Ahmad Zulkurniawan baru saja mengukir prestasi dalam ajang kompetisi Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) se-Jawa dan Madura. Kegiatan dihelat oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta secara online tersebut berlangsung dari Senin-Jumat (21-25/06/2021).

 

Sedikitnya terdapat 30 cabang lomba yang dikompetisikan. Meliputi 11 cabang ilmiah, 5 cabang olahraga, dan 14 cabang seni. Dari 30 cabang yang dikompetisikan, 25 cabang lomba dilaksanakan secara daring. Sedangkan lima cabang dilaksanakan secara luring di kampus UIN Sunan Kalijaga. 

 

Meskipun masih  suasana pandemi yang cenderung meningkat, namun membangun prestasi akademik dan non akademik di lingkup kampus agama negeri tetap diperjuangkan. Salah satunya dengan diadakannya IPPBMM VIII tersebut.

 

M Hafidz Nur Azizi yang akrab disapa Hafidz merupakan pemenang juara pertama cabang lomba Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 30 juz putra.

 

Kader Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut mengisahkan bahwa senantiasa mengulang-ulang hafalan  (murajaah).

 

“Penghafal Al-Qur’an harus belajar istikamah, setiap hari harus murajaah," katanya, Kamis (24/06/2021).

 

Jika hendak mengikuti lomba, lanjut Hafidz, dirinya sesekali meminta bantuan teman-temannya untuk memberikan soal MHQ. 

 

"Selain itu, tak kalah penting, doa serta dukungan dari  orang tua, para guru selaku pembina dan teman-teman dengan kategori lomba yang sama saling mendukung," terangnya.

 

Pelajar NU yang aktif sejak 2019 ini kerap kali mendapatkan juara 1 di lomba yang sama dalam ajang lain. Dirinya mengisahkan bahwa hal ini merupakan bagian dari syiar.

 

 “Selama masih ada kesempatan cobalah ambil kesempatan itu karena akan ada dua pilihan antara berhasil dan gagal. Namun jika tidak dicoba hanya ada satu pilihan yaitu gagal,” papar laki-laki kelahiran Nganjuk tersebut.

 

Sementara kader IPNU yang lain, Ahmad Zulkurniawan bersama timnya berhasil meraih juara dua lomba Musabaqah Fahmil Quran (MFQ). Dan untuk meraihnya, dia menyampaikan persiapan sangat menantang.

 

“Persiapan kami hanya satu bulan latihan intensif,” katanya.

 

Namun  hal tersebut mengalami kesulitan karena masa pandemi. Sehingga untuk latihan secara langsung atau latihan bareng sangat sulit dan hal itu dapat terwujud ketika sepekan sebelum lomba sebelumnya hanya lewat pembicaraan grup saja.

 

Dengan persiapan yang sangat singkat tersebut, ia bersama tim memaksimalkan upaya.

 

Dirinya bersama tim di antaranya Syaif Al-Haq fokus di bidang Faturrahman, hadits, terjemah, dan bahasa Arab. Lalu ada Muhammad Hafidz yang konsentrasi di bidang tilawah, Faraid melanjutkan ayat, bahasa Inggris.

 

“Sedangkan saya sendiri ada di bidang kisah, sejarah, dan akidah,” jelas laki-laki kelahiran Sumbawa Barat tersebut.

 

Sementara Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU UIN Malang, Yusuf mengapresiasi pencapaian kedua kadernya.

 

“Selamat kepada rekan Zulkurniawan serta rekan Hafidz atas prestasi yang diraih dalam event IPPBMM yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” katanya.

 

Dirinya berharap capaian yang diraih dapat memberikan dampak positif berupa semangat untuk belajar berjuang dan bertakwa bagi rekan-rekanita lainnya.

 

“Dan jangan sampai berhenti berkarya,” tegasnya.

 

Yusuf menjelaskan bahwa keduanya merupakan kader yang cukup aktif dalam organisasi khususnya di IPNU. Hal tersebut dibalut dengan pribadi yang supel dan mudah bergaul.

 

Selain aktif secara kegiatan, keduanya juga aktif secara intelektual dalam menyalurkan aspirasi demi kemajuan IPNU di UIN Malang.

 

“Hal tersebut agar bisa berkontribusi bagi NU secara global,” terangnya.

 

Dirinya berharap pencapaian menjadi pompa pendorong bagi kader yang lain agar tidak terkungkung dalam lingkup kampus. Bahwa merupakan keharusan mengembangkan bakat, pengetahuan dan skill seluas-luasnya di luar ekosistem kampus.

 

“Terlebih kader NU muda hendaknya bisa menjadi tonggak peradaban bangsa Indonesia yang berlandaskan kematangan spiritual dan juga intelektual,” pungkas dia.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Malang Raya Terbaru