• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Malang Raya

Gus Rijal Mumazziq Beri Tips Menulis Ratusan Santri di Malang Raya

Gus Rijal Mumazziq Beri Tips Menulis Ratusan Santri di Malang Raya
Gus Rijal Mumazziq Zionis (berkopiah) saat membagikan tips menulis kepada ratusan santri di Malang Raya di aula Hotel Alana, Kota Malang, Rabu (22/05/2024). (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)
Gus Rijal Mumazziq Zionis (berkopiah) saat membagikan tips menulis kepada ratusan santri di Malang Raya di aula Hotel Alana, Kota Malang, Rabu (22/05/2024). (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)

Malang, NU Online Jatim

Rektor Universitas Al-Falah Assunniyyah, Kencong, Jember, Gus Rijal Mumazziq Zionis membagikan tips menulis kepada santri perwakilan pondok pesantren se Malang Raya. Kegiatan bertajuk pelatihan dan sosialisasi literasi santri digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim di aula Hotel Alana, Kota Malang, Rabu (22/05/2024).

 

Gus Rijal memulai penjelasannya dengan mengisahkan beberapa teladan dari pesantren yang menjadi pegiat literasi, baik dari kalangan kiai maupun santri. Menurutnya, sejak dahulu pondok pesantren sudah melahirkan banyak penulis.

 

"Sejak dahulu pondok pesantren sudah banyak melahirkan pengarang kitab. Hal itu merupakan cara ulama zaman dahulu mewariskan keilmuan kepada generasi selanjutnya melalui literasi," ujarnya.

 

Oleh sebab itu, santri masa kini harus memiliki tekad untuk mewarisi semangat para pendahulu dengan melestarikan budaya menulis. "Menulis itu mudah, tips pertama mulai saja dari apa yang disukai," jelasnya.

 

Dirinya mengatakan, seyogyanya setiap santri harus memiliki atau minimal mencari kegemaran masing-masing terkait suatu bidang keilmuan, hal tersebut menjadi langkah utama untuk mulai menulis.

 

"Santri tidak semua harus menjadi kiai atau pemuka agama, bisa menulis tentang ilmu keagamaan. Atau lebih luas lagi santri bisa menjadi apapun dan menulis apapun sesuai bidang yang diminati," ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Mabdaul Maarif, Jember itu menambahkan, bahwa santri hendaknua mulai menulis sesuatu yang dikuasai atau dipahami. "Hal ini penting karena akan mempermudah untuk menghasilkan suatu tulisan yang bernilai pengetahuan atau wawasan," ucapnya.

 

Di samping itu, menulis dapat dilakukan dengan mencatat apa yang diingat, didengar, dan dialami. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan atau wawasan yang baru saja didapatkan baik melalui buku, pengalaman ataupun penyampaian oleh seorang ahli.

 

"Ketiga tips sederhana tersebut dapat mengantarkan seorang santri menulis sebuah buku apabila dilakukan secara konsisten dan sungguh-sungguh," pungkasnya.

 

Diketahui, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain yang kompeten di bidangnya. Di antaranya, Sekretaris LTNNU Jatim H Ahmad Karomi mengulas ‘Kiprah Pesantren dan Santri dalam Pengembangan Literasi’, dan Mufid menjelaskan ‘Pengembangan Perpustakaan Pesantren sebagai Pusat Inkubasi Literasi’.

 

Pemateri lainnya yaitu Melkion Donald dengan materi ‘Pelestarian Naskah Kuno Ulama Nusantara Menuju Memory of The World’, serta materi ‘Diseminasi Literasi Pesantren Melalui Media Sosial’ yang disampaikan oleh Edi Purwanto dan Arif Widodo.


Malang Raya Terbaru