• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Malang Raya

Khofifah Siapkan Isi Ulang Oksigen Gratis di Malang Raya

Khofifah Siapkan Isi Ulang Oksigen Gratis di Malang Raya
Khofifah Indar Parawansa dalam pernyataan pers, selepas meninjau vaksinasi. Ahad, (18/07/2021). (Foto: NUOJ/Madchan Jazuli)
Khofifah Indar Parawansa dalam pernyataan pers, selepas meninjau vaksinasi. Ahad, (18/07/2021). (Foto: NUOJ/Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Kelangkaan isi ulang tabung gas oksigen di berbagai daerah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Di Malang Raya direncanakan isi ulang tabung oksigen cuma-cuma bagi yang membutuhkan.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pihaknya masih akan menyiapkan teknis, proses pendaftaran, ketentuan, dan lainnya. Isi ulang tabung tersebut hanya diperuntukan dua kategori.

 

"Kita sedang menyiapkan untuk oksigen isi ulang secara gratis bagi masyarakat malang raya. Untuk siapa, untuk mereka isoman, dan untuk ambulan yang sedang membutuhkan layanan isi ulang oksigen," kata Khofifah saat kunjungan di Malang, Ahad (18/07/2021).

 

Dalam kunjungannya, Khofifah ditemani Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto. Kunjungan ini dalam rangka meninjau serbuan vaksinasi massal di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

 

Khofifah mengatakan, masih akan menyiapkan teknis dan regulasi oksigen gratis tersebut. Rencananya akan ditempatkan di Jalan Simpang Ijen No 2, Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen, Kota Malang, tepatnya di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil).

 

"Kita sedang melakukan persiapan di depan UNM, yaitu Bakorwil yang ada di wilayah
Malang Raya," ungkapnya.

 

Gubernur Jatim yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia tahun 1993-1997 ini menambahkan, ada lonjakan kasus secara eksponensial, karena ada peningkatan yang cukup signifikan dari masyarakat yang melakukan testing secara mandiri. Setidaknya, ada 6 kali lipat dari masyarakat yang melakukan testing melalui PCR.

 

"Semakin banyak yang testing, semakin memungkinkan kita melakukan tracing. Tetapi kita melihat bahwa BOR (Bed Occupancy Ratio)," katanya.

 

Lebih lanjut, okupansi dii rumah sakit ternyata flat. Nah BORnya flat tetapi kelihatan hasil dari swab PCR menunjukkan peningkatan karena testing pada seminggu terakhir ini meningkat sampai 6 kali lipat.

 

Tidak hanya itu, program percepatan vaksinasi di berbagai wilayah akan terus digalakkan. Bisa secara massal, maupun melalui fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) terdekat.

 

 

"Kita mencoba membangun sinergitas secara solid. Kohesivitas kita sangat tinggi untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, baksos lalu bentuknya juga vaksinasi," pungkas Khofifah.

 

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru