• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Malang Raya

Pemuda Ini Tak Ingin Pulang Lantaran 3 Temannya Meninggal Akibat Tragedi Kanjuruhan

Pemuda Ini Tak Ingin Pulang Lantaran 3 Temannya Meninggal Akibat Tragedi Kanjuruhan
Rusdi (pakai kaos), warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo usai buang air di kamar mandi dengan tatapan kosong. (Foto: Istimewa)
Rusdi (pakai kaos), warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo usai buang air di kamar mandi dengan tatapan kosong. (Foto: Istimewa)

Malang, NU Online Jatim 

Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan pilu yang mendalam bagi Rusdi (17), warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, Aremania Probolinggo ini tidak pulang karena tiga kawannya meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) lalu.


Identitas remaja ini terungkap setelah pihak UPT Stadion Kanjuruhan mengamankan tas milik Rusdi. Dalam tas tersebut ditemukan ijazah atas Raudhatul Athfal Sunan Ampel, Krucil, Probolinggo nama Rusdi.


"Korban ini cerita sama saya, datang ke stadion sama tiga temannya. Nah, tiga orang temannya ini meninggal dunia semua. Satu orang cewek, dua orang laki laki, meninggal semua. Tinggal dia sendiri," kata Bu Tin (59), Penjual Kopi di area Stadion Kanjuruhan, Rabu (12/10/2022).


Ia menyampaikan bahwa Rusdi datang ke tempatnya saat hendak buang air besar dan buang air kecil.


"Kalau mau buang air besar ke sini mas. Saya tanya, pulang lah nak. Tiga temanmu sudah tiada. Tapi jawabnya tidak mau pulang, dia masih merasa bersama teman-temannya dan menunggu temannya yang meninggal itu," tambahnya.


Bu Tin menyampaikan, Rusdi mengaku ingin bersama teman-temannya di Stadion Kanjuruhan. 


"Sudah saya bilang agar pulang, tapi dia bersikukuh, menunggu temannya. Kalau ngopi di sini saya gratiskan juga tidak mau. Alasannya kalau pulang katanya takut sama kakaknya. Dia kan anak yatim piatu juga, kasihan saya mas," terangnya.


Sementara itu, Sub Kordinator Monev dan Pelayanan Medis RSUD Kanjuruhan, Lukito Condro bersama Psikolog RSUD Kanjuruhan, Hardiono menjelaskan, pihaknya ditugaskan ke Stadion Kanjuruhan mencari keberadaan Rusdi untuk memberikan pendampingan langsung.


"Anak ini sudah hampir dua minggu di Stadion. Datang menonton Arema bersama tiga orang temannya. Yang tiga orang itu meningga dunia semua. Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Probolinggo yang mencari keberadaan anak tersebut," tuturnya dikutip dari Berita Jatim


Ia menjelaskan, pihaknya akan meminta bantuan dari RSJ Lawang untuk membantu mengkondisikan Rusdi.


"Kami minta RSJ Lawang untuk membantu mengkondisikan Rusdi yang mulai membahayakan tim medis ketika akan dilakukan evakuasi dan pendampingan," tutup Lukito.


Sebagai informasi, selama 11 hari di Stadion Kanjuruhan, Rusdi selalu berkeliling, berjalan dengan tatapan kosong. Bahkan, terkadang Rusdi tidur di depan pintu utama Stadion Kanjuruhan dan Patung Kepala Singa Tegar.


Editor:

Malang Raya Terbaru