• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Malang Raya

Posko Crisis Center NU Malang Siap Buka 2 Bulan Layani Korban Tragedi Kanjuruhan

Posko Crisis Center NU Malang Siap Buka 2 Bulan Layani Korban Tragedi Kanjuruhan
dr Syifa Mustika bersama beberapa pengurus PCNU Kota Malang di depan posko crisis center. (Foto: NOJ/ Hilya)
dr Syifa Mustika bersama beberapa pengurus PCNU Kota Malang di depan posko crisis center. (Foto: NOJ/ Hilya)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang siap membuka posko crisis center selama dua bulan ke depan sebagai respons atas instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Guna layanan kepada korban atas tragedi sosial yang terjadi pada Sabtu (01/10/2022) lalu di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.


Beberapa pelayanan yang diberikan di antaranya adalah informasi, pelaporan serta pendataan korban yang belum ditemukan, advokasi hukum, trauma healing, bantuan kesehatan dan santunan.


Dokter dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dr Syifa Mustika menjelaskan, pelayanan yang saat ini sangat dibutuhkan adalah pelayanan kesehatan baik fisik maupun mental (psikologis).


"Sejauh ini sudah melayani lima korban, dan itu dipastikan akan bertambah setiap hari terutama setelah sosialisasi dilakukan ke masyarakat luas," terangnya kepada NU Online Jatim pada Selasa (04/10/2022).


Posko tersebut merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan beberapa pihak seperti LKNU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKKNU) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU).


"Sesuai instruksi dari PBNU, posko akan dibuka selama dua bulan secara serempak baik di kota maupun kabupaten," lanjutnya.


Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya yang juga Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) tersebut melanjutkan, pelayanan yang tak kalah penting saat ini adalah trauma healing guna mengatasi serta memberikan bantuan bagi korban selamat maupun keluarga yang mengalami gangguan akibat tragedi yang menewaskan 100 orang lebih tersebut.


"Kami melakukan asesmen kondisi kejiwaan dari korban maupun keluarga dahulu kemudian dibantu tim konselor dari berbagai kampus salah satunya UIN Malang," paparnya.


Pelayanan posko tidak hanya menunggu korban mendatangi kantor, menurut dr Syifa, pihaknya beberapa kali mendatangi korban dari pintu ke pintu.


"Terkadang kami jemput bola, sudah ada tiga korban yang didatangi door to door," ucapnya.


dr Syifa menyayangkan tragedi kemanusiaan ini, sehingga harus menjadi introspeksi bersama ke depan. "Seharusnya permainan harus fun bukan menyedihkan seperti ini," pungkasnya.


Editor:

Malang Raya Terbaru