• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Malang Raya

Rais NU di Malang Ajak Perkuat Ukhuwah saat Pandemi

Rais NU di Malang Ajak Perkuat Ukhuwah saat Pandemi
KH Syaifuddin Zuhri, Rais MWCNU Blimbing, Malang. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki).
KH Syaifuddin Zuhri, Rais MWCNU Blimbing, Malang. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Blimbing, Malang KH Syaifuddin Zuhri mengajak kepada Nahdliyin untuk terus memperkuat ukhuwah di tengah kebhinnekaan bangsa Indonesia. Di antara ukhuwah tersebut ialah ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah bainal muslim wal muslim.

 

“Jika keempat ukhuwah ini tidak diperhatikan akan berbahaya terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara,” ujar Kiai Syaifuddin, Selasa (31/08/2021).

 

Ia menambahkan, bahwa seorang manusia yang ingin membela agama seyogyanya juga tidak merusak konsep bernegara, dan begitu pula sebaliknya bela negara tidak boleh merusak agama. Namun, faktanya membela agama tapi malah mencemooh negara.

 

“Ini sungguh di luar nalar. Apalagi pada dasarnya mereka juga mengais rezeki di tanah Indonesia, tetapi malah membuat gaduh di mana ia mencari rezeki,” imbuhnya.

 

Tidak hanya itu, menurut Kiai Syaifuddin, bahwa agama dan pancasila semestinya tidak dibenturkan atau dijadikan pertentangan. Karena sejatinya keduanya itu perbandingan yang tidak seimbang.

 

“Keduanya tidak ada pertentangan, bahkan dialog tentang keduanya sudah selesai dengan adanya negara Indonesia," papar Kiai Syaifuddin.

 

Dirinya juga mengatakan, hendaknya warga Indonesia bersyukur di tengah kebhinnekaan yang ada. Karena Indonesia selalu aman walaupun dalam musibah Covid-19 dan heterogenitas agama.

 

“Cobalah kita bandingkan dengan negara lain, sangat jelas berbeda dan tidak semuanya aman. Hal tersebut karena kebhinnekaan yang ada jelas fungsinya dan membuat kita bersatu padu," kata Pengasuh Pondok Pesantren I’anatut Tholibin Malang.

 

Kebhinnekaan tersebut menurut Kiai Syaifuddin, hendaknya terus dirawat bersama agama, etnis, suku, dan bangsa lainnya. "Mari kita rajut nasionalisme bersama lintas agama, bahwa tidak boleh menjadikan agama sebagai bentuk negara," tuturnya.

 

Di samping itu, pihaknya mengingatkan bagaimana cara menjadi warga negara yang baik. Disebutkan bahwa sebagai bagian dari warga NU, hendaknya jangan sampai mengkhianati perjuangan ulama NU dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Seperti diketahui, lanjut Kiai Syaifuddin, bahwa dalil merajut nasionalisme sudah biasa diajarkan oleh ulama-ulama NU. Misalnya yang dijelaskan dalam doa Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 126, yang intinya yakni minta aman dahulu baru makmur.

 

"Namun sayang, masih banyak di antara kita yang mengkufuri nikmat aman ini. Dalam artian, masih banyak yang memancing ikan di dalam air yang keruh," ungkapnya.

 

Terakhir, dirinya menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, meski level PPKM di Malang Raya dan sejumlah daerah mengalami penurunan. “Tetap patuh prokes, karena ini merupakan bentuk syukur kita atas nikmat penurunan level ini,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Malang Raya Terbaru