• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Malang Raya

Santri Cendekia Luncurkan Program Ruma Baca Al-Qur’an di Malang

Santri Cendekia Luncurkan Program Ruma Baca Al-Qur’an di Malang
Peluncuran Rumah Baca Al-Qur'an di Malang. (Foto: NOJ/MMR)
Peluncuran Rumah Baca Al-Qur'an di Malang. (Foto: NOJ/MMR)

Malang, NU Online Jatim

Yayasan Santri Cendekia Indonesia meluncurkan program Rumah Baca Al-Qur'an di Sekretariat Yayasan Santri Cendekia Indonesia, Kecamatan Dau, Malang, Ahad (29/08/2021). Peluncuran ditandai dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng oleh pembina Santri Cendekia, Ustadz Lutfi Hakim dan Ustadz M Ali Zainal Abidin Al-Hafidz.

 

Yayasan Santri Cendekia Indonesia merupakan komunitas pengabdian santri Nahdlatul Ulama (NU) di Malang yang banyak dimotori oleh milenial NU yang mayoritas alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Malang.

 

"Rumah Baca Al-Qur'an ini merupakan salah satu program dari Yayasan Santri Cendekia Indonesia yang bertujuan untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an dan juga membentuk generasi yang berakhlakul karimah, tumbuhnya mahabbah kepada Rasulullah SAW, dan juga tetap dalam haluan Ahlussunah Wal Jama'ah An-Nahdliyah," kata Ketua Yayasan Santri Cendekia Indonesia Mochamad Ifan Alief Fudin.

 

Ifan, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa konsep yang dibawa pada Rumah Baca Al-Qur'an berbeda dengan TPQ. Rumah Baca Al-Qur’an memfasilitasi tutor atau apapun para pecinta Al-Quran. Karenanya program tersebut membuka pintu untuk bersinergi dengan siapa atau komunitas apapun.

 

"Kami berharap sekaligus kami mengajak kepada simpatisan maupun para dermawan. Mari kita bersama-sama membentuk santri yang berakhlakul karimah yang berfaham Ahlussunah Wal Jama'ah An-Nahdliyah," ujar wakil sekretaris MWC NU Dau tersebut.

 

Pembina Yayasan Santri Cendekia Indonesia Ustadz Lutfi Hakim berharap gerakan ini bisa menginspirasi yang lain.

 

"Karena namanya santri ya harus dekat dengan Al-Qur'an. Karena kalau sudah dekat dengan Al-Qur'an maka nilai-nilai dari Al-Qur'an akan tumbuh pada pikiran dan hati. Disamping itu untuk memberikan solusi kegundahan apapun di masa pandemi ini, ya, obatnya dekat dengan Al-Qur'an. Karena obat itu bukan hanya fisik akan tetapi juga spiritual," harapnya.

 

Editor: Nur Faishal


Malang Raya Terbaru