• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Malang Raya

Soal Pernyataan Merendahkan Rais Aam, Ini Tanggapan dari PCNU Malang 

Soal Pernyataan Merendahkan Rais Aam, Ini Tanggapan dari PCNU Malang 
Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili dalam sebuah kesempatan. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili dalam sebuah kesempatan. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim 

Pernyataan tidak pantas dari Sholeh Basyari yang dinilai tidak mencerminkan etika santri Nahdlatul Ulama (NU) baru-baru ini memicu kecaman luas. Hal ini berdasarkan kanal YouTube Benteng Nusantara dalam unggahan video berjudul ‘AMBIYARR!!’.


Jejak Miftachul Akhyar dibongkar habis yang diunggah pada 02 Juni 2024 sempat menuai kritik tajam. Pasalnya, pernyataan dalam video tersebut dianggap merendahkan dan menghina Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.


Merespons pernyataan tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili menilai bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Sholeh Basyari tidak objektif.


"Kalau saya menilai itu kurang objektif. Beliau bukan orang dekatnya Rais Aam, tidak tau betul ketokohan Rais Aam," katanya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Sabtu (08/06/2024).


Menurutnta, pemilihan Rais Aam dilakukan secara nasional melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tidak mungkin orang-orang yang ada di AHWA salah pilih KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.


“Beliau itu sudah pilihan yang cocok di abad kedua ini. Kita lihat dari yang disampaikan beliau dalam pidatonya selalu sesuai dengan keadaan," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Radlatul Ulum II, Putukrejo, Gondanglegi tersebut.


Kiai Hamim berharap, ke depan jangan sampai mudah menilai orang dari pesantren dan latar belakangnya, kemudian dibandingkan dengan orang lain.


“Dan itu tidak elok kita menilai orang yang sudah dipilih secara nasional, kemudian kita nilai negatif. Beliau juga tidak punya salah," tandasnya.


Malang Raya Terbaru