Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

4 Santri Trenggalek Juara Kompetisi Bahasa Arab Tingkat Nasional

4 Santri Trenggalek Juara Kompetisi Bahasa Arab Tingkat Nasional
Aktivitas para pelajar (santri) di pondok pesantren Anwarul Haromain.(Foto: NOJ / blog AH )
Aktivitas para pelajar (santri) di pondok pesantren Anwarul Haromain.(Foto: NOJ / blog AH )

Trenggalek, NU Online Jatim

Torehan prestasi terus diukir oleh santri  Pesantren Anwarul Haromain, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Kali ini ada empat prestasi yang berhasil diraih dalam ajang Kompetisi Bahasa Arab Nasional (Kombanas) oleh MGMP Bahasa Arab se-Indonesia. Mereka berhasil menyabet empat medali di kompetisi bergengsi tersebut.

 

Mereka yang berhasil juara itu ialah Sulton Fauzan Afif yang meraih medali emas di ajang tersebut; Muhammad Izuul Islam kelas 9 SMP yang berhasil mendapatkan medali perunggu; Saiful Munir kelas 9 SMP yang berhasil mendapatkan medali perak; dan Arina Nihayatal kelas 12 MA.

 

Salah satu peraih medali emas, Sulton Fauzan Afif, mengatakan, awal mula menyukai bahasa Arab ketika di pesantren. Memang awalnya mengalami kesulitan karena masih belum mengerti. "Semua itu berasal dari kemauan, kalau mau belajar insya Allah bisa. Intinya berasal dari kemauan," katanya ditemui NU Online Jatim di Pesantren Anwarul Haromain, Sabtu (16/10).

 

Santri yang juga menyabet Juara III Provinsi Jawa Timur itu menuturkan bahwa teknis perlombaan sebelumnya cukup ketat dan membutuhkan ketelitian. Di samping itu juga dibutuhkan kecepatan karena waktu yang disediakan melalui virtual secara singkat.

 

"Jumlah 50 soal harus dikerjakan dalam waktu 30 menit," ungkap siswa kelas XII SMK Al Anwar Jurusan Tehnik Komputer Jaringan (TKJ) tersebut.

 

Senada, M Izzul Islam mengaku bahagia atas prestasi yang diraih. Banyak manfaat ketika memahami bahasa Arab untuk kehidupan sehari-hari. "Bisa memahami Al-Qur'an, kitab, menerjemah apa pun bisa. Terus juga bahasa internasional," ujarnya.

Ia menambahkan, waktu belajar yang ditekuni seperti kegiatan di pesantren yaitu sehabis Subuh dan malam hari selepas diniyah pukul 21.00. Serta ada belajar tambahan di luar jam pelajaran untuk lomba.

 

"Kalau lomba nasional ini dari pagi sampai siang selama 6 jam," jelas siswa kelas IX tersebut.

 

Gunarto, Kepala Sekolah di Pesantren Al Anwar (Anwarul Haromain), mengungkapkan rasa syukur atas capaian beberapa santri secara bersamaan. Selain bimbingan secara intensif juga karena atas izin Allah SWT.

Terkait

Matraman Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini