• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Matraman

Alumni Pondok Tremas Diingatkan Pentingnya Patuh pada Guru

Alumni Pondok Tremas Diingatkan Pentingnya Patuh pada Guru
KH Hammad Al-Alim Harist Dimyathi (pegang mik), Pengasuh Pondok Tremas, Pacitan (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
KH Hammad Al-Alim Harist Dimyathi (pegang mik), Pengasuh Pondok Tremas, Pacitan (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Arjosari, Pacitan KH Hammad Al-Alim Harist Dimyathi menuturkan, bahwa keselamatan seorang santri terletak pada rasa ta'dzim atau patuh mutlak terhadap guru. Menurutnya, meski sudah menjadi alumni tetap harus memiliki rasa ta'dzim kepada guru yang tidak berkurang sedikitpun.


Penegasan tersebut disampaikan saat acara Halal Bihalal dan Istighotsah yang digelar oleh santri Pondok Tremas yang terkumpul dalam organisasi daerah (Orda) Keluarga Santri Indonesia Pekalongan (Kesip). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Darussalam, Jipangan Kulon, Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Sabtu (07/05/2022) malam.


Dalam kesempatan tersebut, Gus Amak sapaan akrabnya, menceritakan pengalaman yang tidak pernah dilupakan dalam hidupnya. Yakni, ketika sedang memijat gurunya. Saat itulah ia mengaku mendapat banyak nasihat dari gurunya.


“Di antara pesannya ialah agar terus patuh dan ta’dzim kepada guru di mana pun berada,” terangnya.


Dirinya juga berpesan, bagi alumni yang akan memondokkan putra-putrinya nanti, hendaknya dimasukkan ke pondok pesantren yang jelas sanad dan nasabnya. "Suatu saat nanti jika ingin mengirim putra-putrinya ke pondok pesantren harus yang jelas sanadnya dan bagus nasabnya," tuturnya.


Sementara ketua pelaksana kegiatan, M Yusuf Almas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena dapat menambah pengalaman dan pengetahuan dalam berorganisasi. Selain itu, dapat pula menjalin silaturahim dengan wali santri dan alumni Pondok Tremas terdahulu.


Ia menuturkan, bahwa kegiatan tersebut ditekankan pada pelaksanaan istghotsah dan pembacaan diba’ barzanji. Konsep acara yang demikian, menurutnya sangat berbeda dengan kegiatan-kegiatan serupa yang dilaksanakan sebelumnya.


"Alhamdulillah, antusiasme para alumni, wali santri, dan santri sangat tinggi dan berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya,” katanya.


Diketahui, Kesip merupakan organisasi daerah terbesar kedua bagi santri dan alumni Pondok Tremas, Pacitan. Kesip menaungi sejumlah daerah di Jawa Tengah, meliputi Kota Batang, Pekalongan, Pemalang dan sekitarnya.


Matraman Terbaru