• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Matraman

Demi Percepatan, Ansor Trenggalek Minta Titik Vaksinasi Diperbanyak

Demi Percepatan, Ansor Trenggalek Minta Titik Vaksinasi Diperbanyak
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki. (Foto: NOJ/MJ)
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki. (Foto: NOJ/MJ)

Trenggalek, NU Online Jatim

Program vaksinasi nasional yang dilakukan pemerintah ditargetkan satu juta dosis tersalurkan per hari. Di Kabupaten Trenggalek, per hari diterget mencapai hingga 14 ribu.

 

Atas dasar hal ini, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Trenggalek meminta agar jumlah lokasi vaksinasi diperbanyak, guna mempermudah masyarakat menjangkau.

 

Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki menuturkan, dengan memperbanyak  lokasi vaksinasi, hal ini tentu akan mempermudah masyarakat dan prosesnya akan lebih cepat serta tidak ribet.

 

“Misal titik vaksinasi tersebut ada di setiap kecamatan. Yang penting membawa KTP, warga langsung bisa vaksin tanpa mendaftar jauh-jauh hari. Nah, jika demikian saya pikir proses vaksinasi untuk mencapai herd immunity akan segera terealisasi," katanya saat ditemui di Gedung PGRI Trenggalek, Ahad (11/07/2021).

 

Menurutnya, sejauh ini masyarakat Trenggalek sudah banyak yang membutuhkan terhadap vaksinasi tersebut dibandingkan yang menolak. Namun, karena ketersediaan vaksin belum memadai dengan jumlah penduduk, maka prosesnya jadi lambat.

 

“Tingkat kesadaran masyarakat untuk vaksin mulai baik. Tidak seperti sebelumnya yang banyak ditolak,” terang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Pogalan, Trenggalek tersebut.

 

Sejauh ini, tenaga pendidik di pesantrennya 80 persen sudah divaksin. Ada beberapa yang belum dikarenakan mempunyai komorbid yang tidak memungkinkan divaksin dan faktor usia.

 

"Alhamdulillah, di pondok saya sudah (vaksin). Saya pikir, kalau seperti di pesantren yang merupakan komunitas komunal sendiri, vaksinator bisa datang langsung ke lokasi agar lebih efektif,” ungkapnya.

 

Pihaknya menambahkan, sekarang sudah saatnya melakukan aksi nyata dibandingkan hanya sosialisasi semata. Dana sosialisasi bisa dialihkan untuk proses vaksinasi sendiri, agar masyarakat lebih banyak memetik manfaatnya.

 

"Kalau hanya sosialisasi, melalui media sosial sudah cukup," pungkasnya.

 

Sementara itu, salah satu alumni Pondok Pesantren Hidayatut Thullab, Ahmad Bahaudin menjelaskan, vaksinasi belum sepenuhnya menyeluruh kepada santri. Sementara ini baru menyasar tenaga pengajar madrasah diniyah (madin).

 

 

"Setahu saya, masih guru madin kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)," ungkap Baha'.

 

Lebih lanjut, dirinya mengaku juga belum mendapatkan vaksinasi. Baru dijadwal akhir bulan Juli ini. "Kalau tidak Kamis ini, Kamis depan dapat jatahnya," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Matraman Terbaru