• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Matraman

Kader Ansor Ngawi Ini Langganan Juara Qira’at

Kader Ansor Ngawi Ini Langganan Juara Qira’at
1. Miftakul Huda saat juara 1 kategori remaja di Kabupaten Ngawi tahun 2019. (Foto: NOJ/ Dewi)
1. Miftakul Huda saat juara 1 kategori remaja di Kabupaten Ngawi tahun 2019. (Foto: NOJ/ Dewi)

Ngawi, NU Online Jatim

Miftakul Huda, sosok pemuda asal Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi layak menjadi panutan untuk mengukir prestasi di bidang qira’at. Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Ngawiyang ini rutin meraih juara pertama qira’at.

 

Sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI), Huda sudah mulai mengikuti pelatihan qira’at di masjid besar kecamatan setempat.

 

“Dulu pertama mengenal qira’at dari tetangga. Saat itu saya masih kecil, setiap hari saya tirukan di rumah. Hingga akhirnya orang tua saya mencarikan informasi pelatihan qira’at. Dan ketemu di masjid besar Kendal,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Selasa (14/09/2021).

 

Bakatnya terus ia asah dengan rutin mengikuti pelatihan qira’at. Siapa sangka perjuangannya berbuah manis. Ia rutin mengikuti perlombaan qira’at dan pulang sebagai juara sejak masih Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekarang.

 

Sederet prestasinya di bidang seni tilawatil qur’an beberapa tahun terakhir yaitu juara pertama dua tahun berturut-turut di Kabupaten Ngawi. Yakni juara pertama kategori remaja tahun 2019 juga kategori dewasa di tahun 2020.

 

Ia juga pernah juara pertama di Kabupaten Ponorogo dan Magetan. Saat duduk di bangku perkuliahan, Huda juga pernah mewakili kampusnya dalam perlombaan qira’at tingkat nasional di ajang pionir mahasiswa di Banda Aceh. Serta pernah mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Jawa Timur.

 

Keberhasilan alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo di bidang qira’at ini membawanya sampai ke tanah suci Mekkah. Itu setelah ia berhasil menjadi juara pertama kategori remaja di Kabupaten Ponorogo hingga mendapatkan tiket umroh dari Bupati Ponorogo.

 

“Alhamdulillah, tahun 2020 kemarin sebelum pandemi berhasil mendapat juara pertama kategori remaja di Ponorogo. Hingga pada bulan November 2020 kemarin saya mendapat kesempatan umroh ke tanah suci, hadiah dari Bupati Ponorogo untuk para juara MTQ saat itu,” ungkapnya.

 

Pria kelahiran 20 Desember 1996 itu, selain aktif di bidang qira’at juga mengabdikan diriya di dunia pendidikan. Ia menjadi guru agama di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ponorogo.

 

Bukan hanya itu, ia juga aktif mengajar qira’at di berbagai tempat, baik di Ponorogo maupun di Ngawi.

 

 

Di antaranya di Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Universitas Muhammadiyyah (Unmuh) Ponorogo, di Masjid NU Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, beberapa sekolah di Ngawi, serta mengajar les privat dari rumah ke rumah.

 

Hal itulah yang mengaharuskannya bolak-balik Ponorogo-Ngawi setiap akhir pekan. Namun hal itu tak sedikit pun menyurutkan semangatnya mengajarkan ilmu yang selama ini didapatkan. “Kalau pulang ke Ngawi, kan juga rumahnya Ngawi,” terangnya.

 

Penulis: Dewi Ni’mah

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru