• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Matraman

Kisah Catur Mahasiswa STAINU Pacitan, dari Kambing Mampu Kuliah

Kisah Catur Mahasiswa STAINU Pacitan, dari Kambing Mampu Kuliah
Catur Wahyu Untoro di kandang kambing ternaknya. (Foto: Catur Wahyu Untoro untuk NOJ)
Catur Wahyu Untoro di kandang kambing ternaknya. (Foto: Catur Wahyu Untoro untuk NOJ)

Pacitan, NU Online Jatim

Catur Wahyu Untoro, warga Desa Glinggangan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, patut ditiru. Dengan usaha sendiri ia mampu membiayai sekolahnya hingga kini kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan. Usahanya hanya beternak kambing, yang jauh dari kegemaran para remaja dan pemuda seusianya.

 

Catur mengaku sudah belajar beternak kambing sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Mulanya, ia merawat seekor kambing pemberian orang tuanya. Berkat kegigihan dalam merawat, kambing itu pun berkembangbiak menjadi lima ekor.

 

“Waktu masih SMP dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), saya cari pakan ternaknya setelah pulang sekolah. Ketika sudah mulai berdagang dan kuliah, cari pakannya pagi hari sebelum berangkat kerja,” kata Catur kepada NU Online Jatim, Senin (15/07/2021).

 

Pengalaman beternak membuat Catur cakap merawat kambing. Dari semula seekor, lima ekor, kini kambingnya berkembangbiak menjadi puluhan ekor. Dari bisnis kambingnya pun ia mengaku mampu membiayai sekolah dan kuliah sendiri, tanpa membebani orang tua.

 

“Kalau di tingkat SMP dan SMK, ya, belum cukup, masih dibantu orang tua. Tapi kalau kuliah, paling banyak dari penghasilan kambing,” tutur mahasiswa tingkat akhir fakultas ekonomi syariah itu.

 

Catur mengaku, biasanya ia panen dan mendapatkan untung banyak ketika Idul Adha. Kambing-kambingnya banyak yang laku terjual dengan untung yang besar. Per ekor bisa seharga Rp4 juta. Namun, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun mengubah segalanya.

 

Apalagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang oleh pemerintah. Kegiatan ibadah Idul Adha pun terbatasi. Permintaan hewan kurban juga jauh menurun ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

 

“(Pandemi Covid-19) Sangat berdampak. Untuk harga sendiri, tahun kemarin kami menjual Rp4,5 Juta dan yang terakhir ini hanya Rp1,5 juta per ekor,” ujar Catur.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru