• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Matraman

Kader Kopri Pacitan Buktikan Jadi Aktivis Mahasiswa juga Bisa Berwirausaha

Kader Kopri Pacitan Buktikan Jadi Aktivis Mahasiswa juga Bisa Berwirausaha
Vivi Alfiana di samping kebaya modern hasil karyanya. (Foto: NOJ/ Risalatul Mu'awanah).
Vivi Alfiana di samping kebaya modern hasil karyanya. (Foto: NOJ/ Risalatul Mu'awanah).

Pacitan, NU Online Jatim

Wabah Covid-19 telah terjadi lebih dari satu tahun. Kondisi ini berdampak terhadap semua sendi kehidupan. Baik disektor pendidikan, pariwisata  begitu juga di bidang ekonomi.

 

Untuk menghadapi situasi ini, masyarakat dituntut pandai mencari serta memanfaatkan peluang supaya bisa survive. Seperti yang ditunjukkan Vivi Alfiana (21) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan.

 

Vivi mampu menginspirasi banyak orang karena caranya membaca peluang usaha. Sebab, perempuan lulusan terbaik Jurusan Tata Busana di masa Sekolah Tingkat Lanjutan Atas (SLTA) tersebut telah berhasil mendirikan usaha menjahit secara mandiri dengan omset jutaan rupiah di usia yang masih muda.

 

Vivi juga merupakan mahasiswa yang aktif di beberapa organisasi NU. Ia mengaku memang tidak mudah mengatur waktu antara kerja, kuliah dan organisasi. Namun peluang usaha di bidang tata busana jahit tersebut cukup menguntungkan bagi dirinya.

 

Karena, usaha ini merupakan salah satu pekerjaan yang tidak terdampak Covid-19. Sebab, kebutuhan sandang masyarakat akan tetap ada baik saat kehidupan normal maupun pandemi.

 

“Alhamdulillah, pandemi tidak terlalu berdampak bagi pekerjaanku. Seperti seragam sekolah, seragam kerja, kebaya dan lain-lain kan masih dibutuhkan masyarakat,” ungkap Ketua III Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pacitan tersebut, Kamis (08/07/2021).

 

Wanita yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris I Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pacitan ini menjelaskan, anggaran pembuatan yang murah tidak mempengaruhi kinerja dan kualitas karya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelanggan, baik dari anak sekolah, pegawai, maupun permintaan kebaya dan sarimbit dari berbagai daerah.

 

“Kalau seragam bugdetnya Rp 100 ribu cukuplah. Untuk proses pengerjaanya satu hari bisa selesai tiga sampai empat helai, tergantung modelnya juga,” terangnya.

 

Sementara itu, Nurul salah satu tenaga pendidik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ponggok Pacitan yang menjadi pelanggan mengungkapkan, kualitas jahitan Vivi bagus. Selain itu, pelayanan  ramah dan kepiawaian dalam mengikuti model serta memahami maksud pelanggan sangat baik. Bahkan sekalipun hanya dijelaskan secara virtual.

 

“Kita seringnya komunikasi cuma lewat WhatsApp saja, tapi Mbak Vivi-nya pintar sih, paham aja maksud kita maunya bagaimana. Minta model apa saja bisa. Sudah puluhan baju saya dan suami yang dijahit sama Mbak Vivi,” tuturnya.

 

 

Tidak hanya itu, proses pengerjaannya cepat serta meskipun beragam model tetapi harga masih standar. Bahkan lebih murah daripada di tempat lain. “Saya rekomendasikan ke teman-teman kantor. Pas mereka coba hasilnya pada suka, sekarang sudah jadi langganan,” ujarnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru