• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Shalat Idul Adha saat PPKM, Begini Penjelasan Ketua NU Pacitan

Shalat Idul Adha saat PPKM, Begini Penjelasan Ketua NU Pacitan
Ketua PCNU Pacitan, KH Mahmud (Foto: Muhammad Abdurrahman for NOJ)
Ketua PCNU Pacitan, KH Mahmud (Foto: Muhammad Abdurrahman for NOJ)

Pacitan, NU Online Jatim

Tanggal 1 Dzulhijjah 1442 Hijriah akan jatuh pada hari Ahad (11/07/2021). Bulan ini merupakan salah satu masa yang dianjurkan banyak berbuat kebaikan. Karena, menurut pendapat para ulama, pada bulan istimewa ini pahala akan dilipatgandakan.

 

Ada beberapa amalan yang hanya bisa dilakukan di bulan tersebut, seperti ibadah Haji, pelaksanaan hewan kurban dan shalat Idul Adha. 

 

Namun, dengan kondisi saat ini yang masih darurat Covid-19, pelaksaan ibadah pun dapat dilakukan berbeda dari kebiasaannya. Seperti halnya pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan KH Mahmud menuturkan, dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), warga perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan jika hendak melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan ataupun masjid sekitar.

 

“Kalau memang dirasa betul-betul aman dan tidak ada yang terpapar, disilakan untuk melaksanakan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan tapi tetap dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes),” tuturnya, Jumat (09/07/2021).

 

Alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang tersebut mengimbau, kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam melangsungkan peribadatan. Karenanya, dalam pelaksanaan shalat Idul Adha nanti jika keadaan lingkungan dan kesehatan tidak mendukung, lebih baik jika shalat dilaksanakan di rumah bersama keluarga.

 

“Kalau dirasa lingkungan sekitar tidak aman mohon untuk tetap beribadah di rumah dengan keluarga inti,” ungkapnya.

 

 

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat sunah di rumah syarat rukunnya sama seperti pada umumnya. “Tetap seperti shalat Idul Adha biasanya, hanya saja jamaahnya keluarga inti yang ada di rumah, dengan khutbah tidak terlalu lama,” pungkas Kiai Mahmud.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru