• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Surat Al-Anbiya dan Shalawat Antarkan Minatul Raih Lulusan Terbaik FK Unisma

Surat Al-Anbiya dan Shalawat Antarkan Minatul Raih Lulusan Terbaik FK Unisma
Minatul Aini, lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Unisma. (Foto: NOJ/RM)
Minatul Aini, lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Unisma. (Foto: NOJ/RM)

Pacitan, NU Online Jatim

Minatul Aini, santriwati Al Fattah Kikil (Pondok Kikil), Arjosari, Kabupaten Pacitan, luar biasa. Meski belajar di lingkungan pesantren yang mayoritas pelajarannya berbasis agama, namun kemampuannya menyerap ilmu sains juga luar biasa. Ia pun berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma).

 

Dilansir dari akun YouTube Emha Chanell, Minatul menceritakan bahwa ia mendapat beasiswa PBSB setelah kurang lebih enam bulan mengabdi di Pondok Kikil. Mulanya, PBSB yang diadakan Kementerian Agama itu ditujukan kepada Pesantren Tremas, Arjosari. Namun, karena di sana tidak ada jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), maka kesempatan itu ditawarkan kepada Minatul dan tiga santri lainnya.

 

“Sebenarnya yang mendapat jatah dari Kemenag adalah Pesantren Tremas, jadi kalau secara administrasi ikutnya Pondok Tremas, sedangkan modalnya saya sebagai santri Pesantren Kikil,” kata Minatul pada Ahad (11/07/2021).

 

Ia mengungkapkan, prestasi itu dicapainya merupakan anugerah dari Allah. Ia mengaku senantiasa melibatkan Allah dalam setiap aktivitas. Selain tekun belajar, Minatul mengaku istiqamah melakukan ikhtiar batin, seperti berpuasa, bershalawat dan berdoa.

 

"Setiap belajar dan ujian saya baca Al-Qur’an Surat Al Anbiya’ Ayat 79. Nah, kalau pas ujian akhir, tiap soal dibacakan basmallah dan shalawat. Begitu terus sampai soal terakhir,” cerita Minatul.

 

Ia mengaku mengamalkan Surat Al-Anbiya atas anjuran ayahnya, yang mengaku mendapatkan ijazah amalan tersebut dari almarhum Kiai Hasyim Ihsan Tremas. Gus Hammam di pesantren ia belajar juga menyarankan amalan yang sama.

 

Ia berusaha ekstra lahir dan batin karena ilmu kedokteran dikenal sebagai pengetahuan yang sulit dan menjenuhkan. Menjadi dokter juga tidak gampang serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Bagaimana tidak, setelah dinyatakan lulus, untuk menjadi dokter pun harus mendapat izin praktik dan proses lainnya.

 

“Banyak orang yang menginginkan posisi saya dengan susah payah, dan Allah SWT mempermudah jalan saya. Jadi, saya harus lebih semangat,” ujar Minatul.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru