• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Pendidikan

Jaga Imun, Rektor Unisma Ajak Masyarakat Berpikir Positif saat Pandemi

Jaga Imun, Rektor Unisma Ajak Masyarakat Berpikir Positif saat Pandemi
Prof Maskuri, Rektor Unisma. (Foto: NOJ/lumajangsatu)
Prof Maskuri, Rektor Unisma. (Foto: NOJ/lumajangsatu)

Malang, NU Online Jatim

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat adalah sebagai salah satu respons pemerintah dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19. Dalam hal ini butuh kolaborasi dari berbagai kalangan demi mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan ungkapan Prof Maskuri, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma).

 

“Persoalan virus ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah harus kita dukung, Ayo kita bersatu untuk membasmi wabah ini, sembari kita memohon pertolongan dari Allah,” ungkap Prof Maskuri, Rabu (07/07/2021).

 

Dirinya menyarankan kepada masyarakat agar tidak lengah terhadap penerapan protokol kesehatan.

 

“Kami menyarankan agar seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali untuk mematuhi gerakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” katanya.

 

Selain itu, Prof Maskuri mengajak agar masyarakat tetap berpikir positif agar imun tubuh terjaga dnegan baik.

 

“Mari kita berfikir positif dan jaga kesehatan mental. Jangan berfikir negatif kepada siapapun yang mengajak kebaikan dalam situasi seperti ini, sehingga imun dan iman kita tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Prof Maskuri mengapresiasi kerja keras para tenaga kemanusiaan dan para relawan yang dengan sigap mengurus jenazah Covid-19.

 

“Kita perlu apresiasi para tenaga kesehatan dan pejuang kemanusiaan yang menjadi petugas pemulasaran jenazah dan pengubur jenazah. Kasihan mereka, ayo kita empati kepada mereka dengan cara mengikuti kebijakan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” pungkasnya.


Pendidikan Terbaru