• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Malang Raya

Gagal Berangkat, Begini Tanggapan Jamaah Haji Termuda asal Malang

Gagal Berangkat, Begini Tanggapan Jamaah Haji Termuda asal Malang
Muhammad Falih Fathullah, jamaah haji yang berangkat asal Kota Malang. (Foto: NOJ/MJ).
Muhammad Falih Fathullah, jamaah haji yang berangkat asal Kota Malang. (Foto: NOJ/MJ).

Malang, NU Online Jatim

Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Malang yang gagal berangkat ke tanah suci sebanyak 962 orang. Berdasarkan informasi Kasi Haji Kemenag Kota Malang, Amsiyono, bahwa jamaah haji termuda salah satunya yakni Muhammad Falih Fathullah.

 

Muhammad Falih Fathullah beralamatkan Jalan Joyo Utomo VII No. 514B Malang. Saat ini Fafa, sapaan akrabnya, berusia 20 tahun.

 

“Pada jadwal keberangkatan awal pada 2020 lalu, ia masih berumur 19 tahun,” ujar Asmoyo.

 

Ketika dimintai keterangan, Muhammad Falih Fathullah mengatakan, pembatalan keberangkatannya tersebut tidak serta merta membuatnya kecewa. Mengingat, usianya masih muda dan ada banyak waktu dan kesempatan untuk menunggu.

 

"Haji itu panggilan, kalau waktunya berangkat, ya berangkat. Kalau belum, berarti belum dipanggil. Begitu saja," katanya, Senin (05/07/2021).

 

Fafa mengungkapkan, bahwa dirinya didaftarkan oleh orang tuanya sejak satu dekade yang lalu. Keberangkatan yang ditunggu-tunggu belum membuahkan hasil, dan harus menunggu lagi di tahun depan.

 

"Saya daftar itu tahun 2010 pas kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Seharusnya berangkat 2020 kemarin, akhirnya diundur sampai waktu yang belum jelas," terangnya kepada NU Online Jatim.

 

Terkait berita hoax yang beredar, bahwa gagalnya keberangkatan jamaah haji karena Pemerintah Indonesia belum melunasi keuangan, bahkan disebut pula ada kongkalikong negara-negara yang bisa berangkat, dirinya menyikapi dengan tenang. Ia tetap percaya kepada pemerintah.

 

"Kita sebagai rakyat biasa bisanya hanya taat kepada pemerintah. Kebijakan pemerintah itulah mungkin yang terbaik," ungkap alumni Pondok Pesantren Ar-Risalah Lirboyo Kediri tersebut.

 

Selama ini, dirinya sudah mempersiapkan segalanya sejak tahun kemarin, mulai dari fisik dan teknis manasik haji. Baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

 

"Sudah mengikuti beberapa kali manasik haji baik dari Kemenag ataupun KBIH," pungkas santri yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya ini.

 

Respons Rais Syuriah PCNU Malang

Sementara Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Chamzawi mengatakan, Kemenag memutuskan pembatalan ibadah haji demi kebaikan bersama. Diharapkan keluarga maupun calon jamaah haji yang batal berangkat untuk bersabar.

 

"Kita hendaknya sadar dan tidak terlalu berkecil hati. Kalau sudah niat (berangkat), pasti akan sampai (ke tanah suci)," ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

 

Menanggapi kabar hoax yang banyak beredar, pihaknya berpesan agar Nahdliyin dapat memilah dan memilih. Hendaknya berita yang akurat yang jadi pegangan. Atau bertabayyun terlebih dahulu tentang kebenaran berita tersebut.

 

“Kalau ada orang memberi info harus dicek dulu kebenarannya. Jangan serta merta percaya dengan info yang tidak jelas,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Malang Raya Terbaru