• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Matraman

Kopdarnas Ais Nusantara, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Pesantren

Kopdarnas Ais Nusantara, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Pesantren
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin saat pembukaan Kopdarnas AIS Nusantara. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin saat pembukaan Kopdarnas AIS Nusantara. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin secara resmi membuka acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Arus Informasi Santri Nusantara (Aisnu) pada Sabtu (03/12/2012) di pesantren setempat. Dalam pembukaan itu, Gus Rozin menyampaikan pesantren memiliki tantangan dalam mencari pengetahuan keagamaan.


Menurutnya santri cenderung untuk mudah melakukan pencarian di internet daripada mengaji melalui kitab kuning (konvensional). “Faktanya, bagaimana generasi Z dan Alfa saat ini menghabiskan waktu dengan gadget lebih dari 6 jam dalam sehari,” katanya.


Gus Rozin mengatakan, pesantren saat ini didominasi oleh generasi Z dan generasi Alfa. Fakta lain menunjukkan bahwa minat generasi muda di Indonesia dalam mempelajari agama cukup tinggi.


“Sebanyak 93 persen minat generasi muda Indonesia yang memiliki keinginan mempelajari agama. Berbeda jauh dari Jepang yang hanya 9 persen,” imbuhnya.


Putra KH Mohammad Sahal Mahfudz itu menegaskan, banyak masyarakat yang mengakses pengetahuan agama di situs-situs di luar paham Ahlussunnah wal Jamaah. Oleh karenanya, ia berpesan kepada generasi Aisnu agar bekerja sama untuk menekankan literasi digital kepada masyarakat agar bermedia sosial dengan baik.


“Anggota Aisnu harus berada pada posisi moderat. Bukan hanya moderat dalam pemikiran agama tapi juga kegiatan politik,” tegasnya.


Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menyampaikan, saat ini banyak bermunculan produk konten dari pesantren dan memiliki porsi tersendiri di kalangan masyarakat, terutama terkait dakwah kepesantrenan.


“Saya berharap para konten kreator pesantren ini saling mendukung, dan berkolaborasi untuk menyajikan konten keislaman yang relevan kepada masyarakat,” ujarnya.


Gus Yasin juga berharap agar pesantren tidak terlibat pada paham-paham radikal ekstrimis atau terorisme. Hal itu agar Aisnu bisa ikut andil meneruskan perjuangan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari untuk memperjuangkan NKRI dan mempertahankan kedaulatan Indonesia.


“Pondok pesantren saat ini juga tidak hanya berbicara soal keilmuan agama saja, tapi juga sudah banyak yang mengembangkan keilmuan yang lain seperti perbankan, fashion, aeromodelling dan lain-lain,” pungkasnya.


Matraman Terbaru