• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Matraman

MA Ma'arif di Pacitan, Terakreditasi Meski Kerap Berpindah Gedung

MA Ma'arif di Pacitan, Terakreditasi Meski Kerap Berpindah Gedung
Madrasah Aliyah Ma'arif 03 Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. (Foto: NOJ/Kelvin Nuryani)
Madrasah Aliyah Ma'arif 03 Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. (Foto: NOJ/Kelvin Nuryani)

Pacitan, NU Online Jatim
Keberadaan Madrasah Aliyah Ma'arif (MAM) 03 Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan kini menjadi kebanggaan. Namun demikian, madrasah yang berada di bawah naungan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pacitan ini mengalami perjalanan yang cukup berliku.
 

Madrasah didirikan tahun 2004 oleh almarhum Kiai Imam Fahrurrozi dan kepala madrasah pertamanya adalah Imam Suhudi. Sempat menemui sedikit masalah yang mengakibatkan semua siswanya pindah ke MA Ma'arif Pacitan. 
 

Namun, seiring berjalannya waktu, lembaga ini melakukan evaluasi dan perbaikan untuk keberlangsungannya. Hal tersebut ternyata berbuah manis, karena tiga tahun kemudian madrasah mulai bangkit dan aktif kembali.
 

"Mulai aktif lagi pada tahun 2007, tapi masih bergabung dengan MTs Ma'arif 04 Sidomulyo yang berada di Dusun Klawe Desa Sidomulyo," kata Kepala MAM 03 Sidomulyo Zaenal Abidin, beberapa waktu berselang.
 

Dilanjutkan dia bahwa, pada tahun tersebut tenaga pendidik yang berkenan mengabdikan diri sangatlah terbatas. Bagaimana tidak? Di sekolah tersebut hanya ada tiga orang guru, itu pun harus merangkap dengan jabatan lain. Dan kisah perpindahan gedung madrasah masih terus berlanjut. Tahun 2008 proses belajar mengajar kali ini beralih ke gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan sistem sewa selama satu tahun.
 

"Kemudian pada tahun 2010 madrasah pindah lagi, menempati tanah Pondok Pesantren Nurudh Dholam sampai saat ini," terangnya.
 

Akhirnya, pada tahun 2020 madrasah bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebonagung melakukan lelang tanah. Hal tersebut dengan harapan madrasah dapat memiliki bangunan yang permanen untuk menampung proses belajar mengajar. 
 

"Mulai 2020 ada proses pembelian tanah. Lokasinya pun  tidak jauh dari sini yang bekerja sama dengan MWCNU Kebonagung dengan sistem lelang wakaf," ujarnya.
 

Kini madrasah yang memiliki visi misi agamis, kompetitif, terampil, inovatif, visioner (AKTIV) telah mengantongi akreditasi B. Hal tersebut ditunjang kegiatan ekstrakurikuler. seperti muhadlarah, pramuka, saka bhakti husada, Palang Merah Remaja (PMR), Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), dhurar, dan juga Sekolah Pengabdian Masyarakat (SPM) dan lainnya. 
 

Pembiasaan karakter dan kegiatan keagamaan ala Nahdliyin sangat melekat di lingkungan madrasah. Tilawah dan pembacaan asmaul husna merupakan salah satu kegiatan pembuka setiap hari. 
 

"Setiap pagi juga ada pengembangan diri mulai dari shalat dhuha, pembacaan Yasin, asmaul husna, tahlil, pembacaan surat al-Waqiah dan al-Mulk," pungkasnya. 

 

Penulis: Kelvin Nuryani


Editor:

Matraman Terbaru