• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Matraman

3 Jimat Pembentuk Karakter Luhur Santriwati Pesantren Tremas

3 Jimat Pembentuk Karakter Luhur Santriwati Pesantren Tremas
Fata Al-Muntadlor di Pesantren Tremas, Pacitan. (Foto: NOJ/Muhdhori Ahmad)
Fata Al-Muntadlor di Pesantren Tremas, Pacitan. (Foto: NOJ/Muhdhori Ahmad)

Pacitan, NU Online Jatim
Ada berbagai cara santri putri atau santriwati Pondok Tremas Pacitan untuk menempa diri dalam berproses membentuk karakter yang baik. Fata Al-Muntadlor merupakan organisasi yang didirikan oleh almaghfurlah KH Habib Dimyatie pada tahun 1972 untuk menjadi wadah khusus bagi santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Tremas.
 

Salah satu pembina Fata Al-Muntadlor Putri Pondok Tremas Pacitan, Nur Safiyati menceritakan bahwa para santri putri Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Pondok Tremas digembleng untuk membentuk karakter yang baik. Salah satunya lewat organisasi Fata Al-Muntadlor yang didirikan KH Habib Dimyati.
 

"Almaghfurlah KH Habib Dimyatie membekali organisasi Fata Al-Muntadlor dengan tiga jimat yang dikenal dengan nama tri simbol Fata Al-Muntadlor,” katanya kepada NU Online Jatim, Ahad (09/01/2022). 
 

Tri simbol itu adalah assaja'ah (pemberani), at-tawdlu' (rendah hati), dan akhalkul karimah (ahlak yang terpuji). Tiga jimat inilah yang menjadi landasan pembentukan karakter anggota Fata Al-Muntadlor Putri. 
 

Pada suatu kesempatan KH Muadz Harits secara resmi juga memberikan ijazah tri simbol ini kepada para pembina dan anggota Fata Al-Muntadlor. Dan KH Muadz mendapat ijazah langsung tiga jimat ini dari KH Habib Dimyathi.
 

Sarat Kegiatan
Banyak kegiatan positif yang ada dalam organisasi Fata Al-Muntadlor, seperti muhadlarah, kajian keilmuan, kitab kuning, seni musik, hingga perkemahan Pramuka Fata Al-Muntadlor. 
 

“Kegiatan yang diadakam bertujuan untuk membentuk dan menanamkan karakter santri putri yang baik, seperti arti dari Fata Al-Muntadlor sendiri yaitu pemudi yang dinanti-nanti kebaikannya dan kemanfaatannya kelak di masyarakat," imbuh ustadzah asal Kepulauan Riau tersebut.
 

Dijelaskan bahwa pembina Fata Al-Muntadlor akan terus berusaha untuk merawat dan mengembangkan organisasi warisan almagfurlah KH Habib Dimyati ini.
 

“Hal ini kami lakukan sebagai wujud khidmat kepada guru dan para santri Pondok Tremas, semoga ridha dan keberkahan selalu menyertai kami para pembina Fata Al-Muntadlor,” harapnya. 
 

Dikemukakan bahwa dirinya dulu juga anggota Fata Al-Muntadlor putri hingga kini. Dan manfaat demikian dirasakan saat mengikuti organisasi ini.
 

Penulis: Muhdhori Ahmad


Editor:

Matraman Terbaru