• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Matraman

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan: Pondok Juga Tanggung Jawab Alumni

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan: Pondok Juga Tanggung Jawab Alumni
Pengasuh Pondok Tremas, Pacitan KH Muadz Al-Jabal Harist Dimyathi (kiri). (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Pengasuh Pondok Tremas, Pacitan KH Muadz Al-Jabal Harist Dimyathi (kiri). (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

PacitanNU Online Jatim

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Arjosari, Pacitan KH Muadz Al-Jabal Harist Dimyathi mengatakan, sebuah wadah atau naungan organisasi bagi alumni pondok pesantren penting adanya.


Menurutnya, semua pesantren pasti memiliki ikatan alumni masing-masing, sehingga hubungan erat alumni dan pesantren tetap terjalin.


“Di Pondok Tremas ini harus ada sebuah ikatan alumni atau yang kita kenal IAPT (Ikatan Alumni Pondok Tremas,” katanya dalam IAPT Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan yang disiarkan ulang melalui kanal youtube Pujianto Channel 01, Selasa (22/11/2022).


Gus Muadz menyampaikan, ikatan dari alumni dan pesantren itu pasti ada. Ia menyakini pesantren sebesar Al Munawwir, Krapyak Yogyakarta juga memiliki ikatan alumni yang dinamakan AKRAP atau Alumni Krapyak.


Ia menjelaskan hubungan alumni sebagaimana hubungan Ulama Visioner dari Krapyak, KH Ali Maksum dengan Pondok Tremas. 


“Saya pribadi juga merasa kaitan ini (kaitan dengan Krapyak). Saya merasa bahwa beliau almaghfurlah Mbah Ali Maksum tidak akan bisa terpisahkan dari Tremas. Juga tidak pernah terpisahkan antara Krapyak dan Tremas. Karena memang dalam sejarah di Tremas sendiri, Kiai Maksum ini adalah tokoh pembaharu dalam sistem pendidikan di Pondok Tremas,” imbuhnya.


Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa yang diharapkan santri atau alumni pesantren ketika kembali ke kampung halaman hanyalah berkah dan ridha guru. Jika sudah memperoleh berkah dan ridha guru maka masa depan akan lebih mudah.


“Dengan membawa dua itu aja (berkahe karo ridhone seorang guru). Makanya, kalau ini kita hubungkan dengan IAPT, kenapa di Tremas harus ada IAPT. Sebab kalau tidak IAPT dan Strukturnya, maka  kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir,” jelasnya.


Selain itu, masa depan pesantren akan lebih mudah jika alumni pesantren bisa berkembang secara baik dan IAPT didirikan atas ridho masyayikh dan guru.


Ia menegaskan bahwa keberadaan dan eksistensi Pondok Tremas tidak hanya bergantung pada keluarga dan pengurusnya.


“Tetapi keberadaan Pondok Tremas itu juga menjadi tanggung jawab para alumninya. Kita punya tanggung jawab, panjenengan kalau mengaku jadi mutakhorijin Tremas, sampean juga punya tanggung jawab,” pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru