• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Matraman

Pengasuh Pesantren Tremas Jelaskan Kehidupan Manusia di Padang Mahsyar

Pengasuh Pesantren Tremas Jelaskan Kehidupan Manusia di Padang Mahsyar
KH. Hammad Al Alim Harist Dimyathi atau Gus Amak (rompi hijau). (Foto: NOJ/ Anwar)
KH. Hammad Al Alim Harist Dimyathi atau Gus Amak (rompi hijau). (Foto: NOJ/ Anwar)

Pacitan, NU Online Jatim

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, KH Hammad Al-Alim Harist Dimyathi atau Gus Amak mengatakan, kelak semua manusia akan digiring oleh Allah SWT ke tempat yang sama, yakni padang mahsyar. Menurutnya, ketika manusia di padang mahsyar tersebut apapun profesi dan jabatannya akan diperlakukan hal yang sama.


“Semua makhluk tidak akan pernah luput dari Allah. Mereka harus menjadi satu di tempat yang mengerikan yaitu al-mahsyar. Mereka akan bersama dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang sedikit pun,” kata Gus Amak dilihat NU Online Jatim di kanal youtube Pemkab Pacitan, Ahad (07/08/2022).


Lebih lanjut, ia mengatakan, di padang mahsyar banyak pemandangan yang mengejutkan. Dirinya menyampaikan banyak manusia yang berwujud hewan karena disebabkan ulahnya di dunia.


“Tapi nanti di padang mahsyar, manusia akan diserupakan oleh Allah menjadi seekor babi, siapa yang seperti ini? Mereka adalah orang yang saat hidupnya sudah tidak memperdulikan halal dan haram,” ujarnya.


Gus Amak menambahkan, pada umumnya manusia berjalan dengan kedua kakinya, tetapi di padang mahsyar nanti terdapat manusia yang berjalan terbalik menggunakan kepalanya. “Siapa mereka? Ini perilaku rentenir ketika di dunia dulu. Anda tidak akan berjalan dengan kaki tapi atas kehendak Allah, anda berjalan dengan kepalamu,” imbuhnya.


Ia mengakatan, di padang mahsyar juga terdapat orang buta yang tidak punya akal sehat. Hal itu adalah ganjaran bagi para hakim yang menentukan keputusan sepihak dan salah.


“Mereka buta dan tidak waras akal pikiranya. Ini pelajaran untuk kita semua, mereka adalah para hakim yang menyelesaikan persoalan dengan sepihak,” jelasnya.


Jadi, kehidupan di padang mahsyar adalah cerminan keidupan seseorang di dunia. “Ada yang di dunia suka mengadu domba, ada juga yang tidak peduli halal haram,” pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru