• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Kediri Raya

Lutfi, Top Three Pitch Battle PMII Usung Pengelolaan Sampah Organik

Lutfi, Top Three Pitch Battle PMII Usung Pengelolaan Sampah Organik
Muhammad Lutfi Ardiansyah terpilih sebagai top three Pitch Battle PB PMII. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Muhammad Lutfi Ardiansyah terpilih sebagai top three Pitch Battle PB PMII. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Tulungagung, NU Online Jatim
Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bekerja sama dengan Talent Hub Kementerian Ketenagakerjaan RI menggelar Pitch Battle. Salah satu top three atau tiga terbaik ajang ini adalah Muhammad Lutfi Ardiansyah. Ia mengusung pengelolaan sampah organik dengan output pelet hingga pupuk tanaman dalam kompetisi ini.


Konsep yang ia bawa di Picth Battle adalah 'Ecozystem' sebagai pemecah atau solusi atas permasalahan lingkungan di Kota Malang. Yaitu terkait kurang terkelolanya sampah organik dengan baik.


"Dari Ecozystem itu menghasilkan produk-produk turunan yang bernilai jual dan juga bernilai ekonomis tinggi. Serta kandungan nutrisi protein cukup tinggi sekitar 40 persen. Lalu, turunan produknya ada pelet, nugget kering, dan pupuk tanaman," ungkapnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Selasa (22/11/2022).


Pria yang hobi traveling ini mengurai sampah organik dengan media biokonversi Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam. Memilih media itu karena sumber protein alternatif untuk budidaya, pakan ternak, dan nutrisi manusia. Termasuk sebagai pengurai sampah dari bahan organik atau pengomposan.


"Selain problem solver, kita juga mengusung konsep pemberdayaan di situ. Kelebihan yang ditawarkan di ekosistem kita mengangkat ekonomi, mendukung dan mensukseskan Sustainable Development Goals (SDGs)," paparnya.


Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang ini dalam menjalankan program tidak seorang diri. Ia bersama dua orang rekannya yang dilakukan sudah berjalan dari tahun 2020 silam.


Saat ini yang tengah berjalan yaitu sedang melakukan uji laboratorium untuk melihat nutrisi. Pihaknya juga sedang menggerakkan sebuah sistem supaya dapat diluncurkan dan mampu diakses melalui di AppStore dan PlayStore.


"Dimana nantinya kita juga membuat jasa untuk pengambilan sumpah. Bagi yang memenuhi akan mendapat 'Reward Point' untuk yang menyetorkan sampah," ulasnya.


Sebagai informasi, banyak sampah sisa makanan mengakibatkan food waste. Food waste merupakan makanan siap saji namun karena sisa akhirnya dibuang begitu saja. Sehingga menimbulkan gas metana dan karbondioksida. Mengutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah sampah sisa makanan terbanyak sebesar 29 persen.


Pengurai yang paling efektif dengan lalat BSF, sering disebut sultan protein. Kandungan protein saat menjadi maggot mencapai 60 persen. Lalu, pada saat menjadi prepupa protein mencapai 41,4 persen serta setelah menjadi bangkai pun kandungan protein sebanyak 34,5 persen.


Kediri Raya Terbaru